Strategi pemasaran berbasis rasa takut (fear-based marketing) kerap digunakan dalam promosi produk keuangan guna menimbulkan sense of urgency. Namun, dalam konteks keuangan syariah, pendekatan ini menimbulkan dilema etika karena berpotensi menciptakan manipulasi emosional yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis konseptual-normatif untuk mengevaluasi kesesuaian fear-based marketing dengan prinsip-prinsip etika Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi ini tidak sejalan dengan nilai-nilai seperti shidq (kejujuran), transparansi, dan da‘wah bil ḥikmah. Sebagai alternatif, experiential marketing dan model EPIC ditawarkan sebagai pendekatan promosi yang lebih etis dan sejalan dengan maqāṣid al-sharī‘ah. Kedua strategi ini menekankan pengalaman positif, edukasi, dan empati, sehingga lebih efektif dalam membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen secara berkelanjutan.