Qonita Kamila
MAN 11 Jakarta Selatan, DKI Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Nilai Kearifan Lokal Indonesia Dalam Trend Global : Menumbuhkan Jiwa Moderat untuk Menegasikan Islamophobia Dalam Tradisi Malam Abuk Qonita Kamila; Raihan Firdaus Hadi Saputra; Indra Cahya Firdaus
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi adalah keadaan ketika seseorang berada di tengah-tengah dua ekstrim, yaitu kiri dan kanan. Jiwa moderat yang tidak tertanam dalam diri seseorang akan menimbulkan tindakan yang berbahaya, salah satunya adalah munculnya Islamophobia. Oleh karena itu perlu ditanamkan kembali semangat moderat agar Islamophobia ini hilang. Agar jiwa moderasi dapat tertanam kembali dapat memanfaatkan kearifan lokal nilai- nilai sosial budaya Islam yang terkandung dalam tradisi malam abuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Indonesia dalam tradisi malam abuk berupa nilai-nilai sosial budaya Islam menumbuhkan semangat moderat dalam rangka meniadakan Islamophobia. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan mengambil informan dari kalangan ulama, budayawan, dan tokoh masyarakat. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara dan observasi, dan analisis data dilakukan dalam bentuk analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah nilai sosial berupa persaudaraan dan empati serta kepedulian terhadap sesama, nilai budaya berupa hidangan khas dan tradisi orang tua, dan nilai islami berupa sedekah, mengajak kebaikan dan melarang kemungkaran, serta menyambung silaturahmi. menunjukkan bahwa jika diterapkan dalam kehidupan, dapat menumbuhkan semangat moderat yang dapat meniadakan Islamophobia. Solusi untuk menumbuhkan semangat moderat melalui nilai sosial budaya Islam yang terkandung dalam tradisi malam abuk dilakukan melalui workshop, festival, dan publikasi jurnal ilmiah.