Penyalahgunaan narkoba membawa dampak negatif bagi manusia. Penyalahguna narkoba cenderung mengalami gangguan kepribadian antara lain rasa cemas, emosional, depresi dan terganggunya kesehatan mental. Kondisi tersebut berdampak pula pada aspek sosial dalam pergaulan dan penerimaan masyarakat sekitarnya dan aspek ekonomi pada biaya pembelian narkoba illegal, pemulihan kesehatan serta ongkos sosial lainnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah dampak penyalahgunaan narkoba terhadap aspek sosial dan ekonomi di wilayah Provinsi DKI Jakarta?”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data melalui nara sumber yakni praktisi di lingkungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta dan para mantan pecandu/penyalahguna narkoba serta berbagai dokumen terkait lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak penyalahgunaan narkoba terhadap aspek sosial dan ekonomi di wilayah Provinsi DKI Jakarta sehingga dapat dilakukan penanggulangannya dengan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi penyalahgunaan narkoba di DKI Jakarta cenderung rendah namun stabil peningkatannya. Penyalahguna narkoba menimbulkan dampak negatif pada aspek sosial dan ekonomi. Untuk penanggulangannya dibutuhkan strategi yang efektif melalui pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan maupun rehabilitasi. Penelitian ini direkomendasikan kepada BNNP DKI untuk membuat inovasi strategi penanggulangan penyalahgunaan narkoba yang lebih efektif dan kepada warga masyarakat agar hidup sehat dan produktif tanpa narkoba.