Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Alat Tangkap Ikan dan Tangkapannya di Selat Haruku Kabupaten Maluku Tengah, Maluku Abdul Rahim Lestaluhu
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 06 (2022): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Straits of Haruku is the water between Ambon Island and Haruku Island. In these waters, various fishing gear are operated by fishermen from coastal countries from both islands. This study aims to find out the fishing gear operated in the Haruku Strait and its catch. The fisherman sample was determined deliberately, taking into account that the fisherman's respondents were fishermen who fished in the Haruku Strait. The unavailability of statistical data on fishermen who go to sea in the Haruku Strait, so sampling is carried out using convenience techniques (hapzard or accidental). As a result of the study, the fishing gear used was vertical line, tuna long line, mini purse seine, boat lift net, and fish aggregation device/FAD. The catch is diverse, 20 types, consisting of 6 types of small pelagic fish, 4 types of large pelagic fish, and 10 types of demersal fish. Small pelagic fish such as momar (Decapterus macrosoma), kawalinya (Selar crumenopthalmus), lema (Rastrelliger sp.), make (Sardinella sp.), puri (Stolepharus sp.), and wasaula (Dipterygonotus sp.). Large pelagic fish such as komu (Euthynnus affinis), skipjack (Katsuwonus pelamis), tatihu (Thunnus albacares), tenggiri (Scomberomorus sp.), and bubara (Caranx ignobilis). Demersal fish such as lalosi (Caesio sp.), piskada (Sphyraena sp.), gaca (Lutjanus sp.), sikuda (Lethrinus sp.), garopa (Epinephelinae spp.), silapa (Aphareus rutilans), salmaneti (Parupeneus sp.), tatu (Odanus sp.), and mata bulan (Priacanthus sp.). The catch of small pelagic fish is 98,958 kg / year, large pelagic fish is 1,091 kg / year, and demersal fish is 3,367 kg / year.
Produksi Perikanan Karang Di Perairan Terumbu Karang TWAL Pulau Pombo Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Abdul Rahim Lestaluhu
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 4 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem terumbu karang Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Pombo memainkan peranan penting dalam dinamika ekosistem laut pesisir dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produksi perikanan karang di perairan terumbu karang Pulau Pombo. Responden dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik convenience sampling (haphazard atau accidental). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap yang digunakan meliputi pancing ulur dengan mata kait tunggal, pancing ulur dengan 2 - 15 mata kait (menara rangkai), jaring, dan jaring dengan bantuan kompresor. Hasil tangkapan terdiri dari 3 ordo (Perciformes, Tetraodontiformes, dan Beryciformes), 9 famili (Serranidae, Carangidae, Lutjanidae, Balistidae, Mullidae, Acanthuridae, Holocentridae, Scaridae, dan Lethrinidae), dan 24 spesies. Produksi perikanan karang di perairan Pulau Pombo yang mencakup area seluas 1,3947 km2 diperkirakan mencapai 8.122 kg ikan karang per tahun, yang merupakan total tangkapan atau rata-rata 325 kg per nelayan per tahun.