Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Perubahan Di Era Digital: Tantangan Dan Peluang Bagi Adaptasi Organisasi Asril Rizal; Sayyid Nur Kahfi; Abdurrahman; Wulandono; Tono; Hendro Prasetyono
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 4 (2023): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu (INPRESS)
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan secara empiris mengenai manajemen perubahan yang terjadi pada era digital dari aspek tantangan peluang organisasi. Metode yang digunakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Peneliti mencari artikel ilmiah yang relevan dari dari science direct dan google cendikia dengan memasukkan kata kunci manajemen perubahan, era digital, tantangan dan peluang untuk mendukung pemikiran dan ide. Berdasarkan hasil pencarian didapatkan 18 artikel yang relevan seputar pembahasan pemimpinan manajemen perubahan, era digital, tantangan dan peluang. Data kemudian dianalisi secara deskriptif kualitatif dengan cara reduksi, display dan verifikasi data. Hasil: Faktor yang mempengaruhi perubahan, yaitu pengetahuan, keterampilan, kepercayaang anggota organisasi dan lingkungan organisasi. Pemanfataan teknologi informasi bagi organisasi bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi dalam menjalankan kegiatan kesehariannya. Pemanfaatan teknologi informasi dikategorikan menjadi tiag kategori, yaitu perbaikan efisiensi, perbaikan efektivitas dan strategic improvement. Tantangan dalam perubahan secara umum karena terjadi penolakan. Jenis penolakan umunya terbagi menjadi dua, yaitu penolakan yang berasal dari individu dan kelompok atau organisasi. Penolakan individu meliputi kebiasaan, rasa aman, faktor ekonomi, takut akan sesuatu yang tidak diketahui dan persepsi. Faktor penolakan dari organisasi meliputi sifat dari organisasi tersebut yang konservatif. Peluang yag bisa diambil dari perubahan digital ini, yaitu perioritaskan organisasi menjadi organisasi yang bersifat adopsi, bekerja dari dalam keluar, lupakan tujuan akhir dan rencanakan projek yang tumpang tindih.