Pertumbuhan pesat industri food and beverage (F&B) mendorong ritel modern mengintegrasikan konsep kedai kopi grab-and-go, seperti Point Coffee di dalam gerai Indomaret Fresh. Dinamika operasional yang serbacepat (fast-paced) menuntut tenaga kerja, termasuk mahasiswa magang, untuk mampu menyesuaikan diri dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi adaptasi budaya organisasi serta pola komunikasi kerja yang dijalani oleh mahasiswa magang di Point Coffee Indomaret Fresh Pondok Jati. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus reflektif, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen kunci melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan pihak manajemen dan rekan sejawat, serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang dominan adalah orientasi pada efisiensi waktu, kedisiplinan kaku, dan konsistensi kualitas produk. Untuk mengatasi culture shock operasional, mahasiswa magang menerapkan strategi adaptasi kognitif melalui pembuatan catatan formula mandiri dan strategi adaptasi perilaku melalui pendekatan interpersonal informal dengan barista senior. Pola komunikasi kerja yang terbentuk di area floor bersifat langsung dan cair, di mana komunikasi vertikal berjalan secara tegas namun suportif, sedangkan komunikasi horizontal didominasi oleh komunikasi non-verbal dan penggunaan jargon teknis untuk mempercepat koordinasi saat jam sibuk (peak hours). Penelitian ini menyimpulkan bahwa program magang berkontribusi signifikan terhadap akselerasi soft skills mahasiswa manajemen dalam menghadapi realitas industri.