Libraries play a crucial role in supporting educational activities by providing information services and relevant library materials that meet community needs, including those of academic libraries in higher education institutions. University libraries function not only as learning resource centers but also as spaces for developing students’ academic and professional competencies. Students, as primary users of academic libraries, are entitled to have their needs fulfilled, one of which can be achieved through internship programs. This article discusses the implementation of an internship program, namely the Program Penguatan Profesional Non Kependidikan (P3KNK), conducted at the Library of the Institut Teknologi Nasional (Itenas). The method employed in this program was service learning, implemented in three stages: pre-implementation, implementation, and post-implementation. The results indicate that the internship provided numerous opportunities for self-development through various activities organized by the Itenas Library. Overall, the internship proceeded smoothly, with no significant obstacles from preparation through evaluation. This internship was highly beneficial to the author, particularly by enhancing knowledge and skills in library management, particularly in library services and collection processing. Abstrak Perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung kegiatan pendidikan melalui pelayanan informasi serta penyediaan bahan pustaka yang relevan dan mutakhir bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhannya, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat sumber belajar, tetapi juga sebagai wahana pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai pemustaka. Mahasiswa sebagai salah satu pengguna utama perpustakaan wajib memperoleh pemenuhan kebutuhan akademik dan profesional, salah satunya melalui penyediaan kegiatan magang. Artikel ini bertujuan untuk membahas pelaksanaan kegiatan magang atau Program Penguatan Profesional Non Kependidikan (P3KNK) yang dilaksanakan di Perpustakaan Institut Teknologi Nasional (Itenas). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah service learning yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu tahap pra pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, dan pasca pelaksanaan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan magang memberikan banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui berbagai aktivitas yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Itenas. Secara umum, kegiatan magang berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti sejak tahap awal hingga akhir pelaksanaan. Kegiatan ini terbukti memberikan manfaat yang signifikan bagi penulis, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan di bidang manajemen perpustakaan, terutama pada aspek pelayanan perpustakaan dan pengolahan koleksi. Kata Kunci: kompetensi; magang; perpustakaan perguruan tinggi