Munawar Ali
Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BIOKONVERSI BAHAN ORGANIK PADA LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN MENJADI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL Aerani Arifani Widodo; Munawar Ali
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair Rumah Pemotongan Hewan (RPH) mengandung bahan organik dengan konsentrasi tinggi, padatan tersuspensi, serta bahan koloid seperti lemak, protein, dan selulosa. Bahan organik ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan jika dibuang langsung ke badan air. Oleh karena itu, pengolahan limbah cair RPH perlu dilakukan untuk meminimasi potensi pencemaran lingkungan. Microbial Fuel Cell (MFC) adalah salah satu alternatif pengolahan air limbah dan penghasil bioenergi listrik yang dapat terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kuat arus listrik dan power density yang dihasilkan oleh MFC dan menurunkan kadar COD pada limbah cair RPH. Pada penelitian ini digunakan reaktor dual-chamber MFC dengan variasi jenis elektroda dan lama waktu inkubasi substrat selama 120 jam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC menghasilkan kuat arus listrik maksimum sebesar 2,14 mA dan power density maksimum sebesar 4738,55 mW/m2 oleh reaktor C. Reaktor MFC mampu menurunkan kadar COD limbah cair RPH hingga 71% dengan lama waktu inkubasi substrat 10 hari.
BIOKONVERSI BAHAN ORGANIK PADA LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN MENJADI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL Aerani Arifani Widodo; Munawar Ali
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.4

Abstract

Limbah cair Rumah Pemotongan Hewan (RPH) mengandung bahan organik dengan konsentrasi tinggi, padatan tersuspensi, serta bahan koloid seperti lemak, protein, dan selulosa. Bahan organik ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan jika dibuang langsung ke badan air. Oleh karena itu, pengolahan limbah cair RPH perlu dilakukan untuk meminimasi potensi pencemaran lingkungan. Microbial Fuel Cell (MFC) adalah salah satu alternatif pengolahan air limbah dan penghasil bioenergi listrik yang dapat terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kuat arus listrik dan power density yang dihasilkan oleh MFC dan menurunkan kadar COD pada limbah cair RPH. Pada penelitian ini digunakan reaktor dual-chamber MFC dengan variasi jenis elektroda dan lama waktu inkubasi substrat selama 120 jam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC menghasilkan kuat arus listrik maksimum sebesar 2,14 mA dan power density maksimum sebesar 4738,55 mW/m2 oleh reaktor C. Reaktor MFC mampu menurunkan kadar COD limbah cair RPH hingga 71% dengan lama waktu inkubasi substrat 10 hari.
BIOMONITORING MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS AIR SUNGAI Hilmi Irham Rosyadi; Munawar Ali
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 1 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v12i1.43

Abstract

Penelitian telah dilakukan pada bulan September-Oktober 2018 sampel diambil dari 5 stasiun penelitian dan dilakukan 1 kali sampling/Minggunya sampai 4 Minggu. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan metode Purposive Random Sampling, sampel diambil dengan menggunakan Bottom Grab.Dari hasil penelitian didapatkan prosentase sebanyak famili Unionidae 1%, famili Corbiculidae 3%, famili Buccinidae 6%, famili Viviparidae 15%, famili Thiaridae 75%. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada kelima stasiun per Minggunya mempunyai Nilai Indeks Keanekaragaman tinggi-rendah (1,735- 0,234), Nilai Dominansi (C) pada kelima stasiun per Minggunya mempunyai Nilai Indeks Dominansi tinggi-rendah (0,88-0,088), Nilai Keseragaman (E) pada kelima stasiun per Minggunya mempunyai Nilai baik-buruk (0,924-0,16). Dari Hasil analisis statistik PCA didapatkan nilai Eigenvalue kedua komponen utama mewakili 51,48%, 22,89% dari seluruh variabilitas. Bila diakumulasikan, kedua komponen utama menyatakan 74,37% dari total variabilitas. Ini berarti apabila kelima variabel (pH, Suhu, DO, COD, Indeks H’) direduksi menjadi 2 variabel, maka kedua variabel baru dapat menjelaskan 74,37% dari total variabilitas kelima variabel.