Ahmad Roza'i Akbar
Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Undang-Undang Perkawinan Tentang Pembatalan Perkawinan Poligami Karena Pemalsuan Identitas Ahmad Roza'i Akbar
JURNAL AZ-ZAWAJIR Vol 1 No 1 (2018): Az-zawajir Jurnal Hukum Islam
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/jaz.v1i1.7

Abstract

Praktek poligami marak diperbincangkan akhir-akhir ini. Banyak kasus terjadinya poligami dari orang yang telah menikah dan memalsukan identitas perkawinan sebelumnya. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) yang memfokuskan pada aspek normatif hukum. Hasil penelitian ditemukan kasus pembatalan perkawinan yang terjadi di Pengadilan Agama Dumai pada 14 September 2015. Pertimbangan yang dipakai oleh hakim, salah satunya adalah berdasarkan hukum Islam dan UUP.
Kedudukan Surat Hibah yang Dikeluarkan oleh Pewaris Kepada Ahli Waris Sebelum Pewaris Meninggal Dunia, Ditinjau dari Hukum Islam dan Hukum Positif Fadiyah Syfa; Ahmad Roza'i Akbar
JURNAL AZ-ZAWAJIR Vol 2 No 1 (2019): Az-zawajir Jurnal Hukum Islam
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/jaz.v2i1.108

Abstract

Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research).Teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan buku-buku atau referensi yang relavan dan akurat dan mempelajari untuk memperoleh sebuah data atau kesimpulan yang berkaitan dengan penelitian. metode pendekatan yang dipakai adalah pendekatan konsep, pendekatan analisis dan pendekatan perbandingan. Hasil dari penelitian ini berdasarkan hukum perdata, seorang penerima hibah yang menerima hibah itu langsung dari orang tuanya maka penerimaan tersebut diperhitungan sebagai warisan kelak,hukum perdata tidak menjadikan ia terhalang untuk menerima waris. Hanya saja, penerima hibah dianggap telah mendapatkan warisan. hasil penerimaan hibah dari orang tua, terhitung sebagai warisan sehingga kelak ia dapat saja menerima warisan dari orang tuanya saat orang tuanya meninggal ,pada perspektif fiqih islam dan KHI itu dapat diperhitungkan sebagai warisan.
Penundaan Ikrar Talak (SEMA) No. 1 Tahun 2017 Huruf C Angka 1 Ditinjau Dari Maqasid Syari’ah dan Kompilasi Hukum Islam Mona Dalila; Ahmad Roza'i Akbar
JURNAL AZ-ZAWAJIR Vol 2 No 1 (2019): Az-zawajir Jurnal Hukum Islam
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/jaz.v2i1.110

Abstract

Berangkat dari fakta lapangan, penelitian ini mengambil rumusan tentang apa dasar syari’ah hakim menetapkan penundaan sidang ikrar talak karena suami belum membayar nafkah didepan persidangan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan data wawancara sebagai data primer dan dokument-dokument sebagai data sekunder. Dari perjalanan ini, peneliti mendapatkan jawaban bahwa: Memberikan perlindungan kepada istri dan anak dari suami yang tidak bertanggung jawab, Menolak segala bentuk kemafsadatan lebih didahulukan daripada mengambil kemaslahatan, Kepastian hukum itu diperlukan, akan tetapi harus memperhatikan moral, rasa keadilan dan juga kemanfaatannya dalam ketetapan ikrar talak.