Totok Sudjatmiko
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN INDONESIA SEBAGAI KEKUATAN MENENGAH DALAM G20 DI TENGAH DISRUPSI GEOPOLITIK KONFLIK RUSIA-UKRAINA Totok Sudjatmiko; Meilinda Sari Yayusman; Firman Budianto; Tri Rainny Syafarani
Jurnal Penelitian Politik Vol 19, No 2 (2022): Tantangan Kepemimpinan Indonesia di Tingkat Global
Publisher : Pusat Riset Politik BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jpp.v19i2.1224

Abstract

Dalam struktur jaringan global, kondisi menyusutnya dunia telah menjadikan interaksi negara-negara di dunia semakin meningkat. Hal ini menjadikan aktor-aktor negara semakin saling terhubung dan saling bergantung. Pada kondisi tersebut, tiga kondisi global yang patut menjadi perhatian dunia saat ini, yaitu: (1) dampak konflik Rusia-Ukraina, yang telah menjadi perang berkepanjangan dan berdampak global; (2) keberadaan G20; (3) peran negara kekuatan menengah, khususnya Indonesia, dalam melindungi kepentingan nasional. Sebagai kekuatan menengah dan pemegang Presidensi G20 tahun ini, Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk dapat berperan dan berkontribusi dalam kondisi global tersebut dengan tetap memprioritaskan kepentingan nasionalnya di tengah kondisi global saat ini. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melihat peran Indonesia di tengah disrupsi geopolitik konflik Rusia-Ukraina dalam posisinya sebagai kekuatan menengah di G20. Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia, sebagai kekuatan menengah dan pemegang presidensi G20, telah memainkan peran sebagai mediator dalam merespons konflik Rusia-Ukraina dan pembangun jembatan interaksi (bridge builder) antara negara berkembang dan negara maju melalui forum G20 sebagai forum multilateral. Hal ini dilakukan oleh Indonesia guna memperjuangkan kepentingan nasional dan global di tengah disrupsi geopolitik. Kata Kunci: G20, Disrupsi Geopolitik, Indonesia, Konflik Rusia-Ukraina, Kekuatan Menengah