Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PADA KARYAWAN DEPARTEMEN LAPANGAN PT. XYZ DENGAN METODE NASA-TLX Maeka Dita Puspa Syamtinningrum; Irma Andrianti; Rifari Irsat Wicaksono
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 5, No 1 (2023): March
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v5i1.140

Abstract

Setiap aktivitas manusia mengandung beban kerja, baik itu beban kerja ringan, sedang ataupun berat. Namun pada kenyataannya manusia memiliki kapasitas beban kerja yang berbeda-beda. Hal tersebut memungkinkan terjadi perbedaan beban kerja yang dirasakan antara karyawan satu dengan yang lainnya. PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pelumas dan transportir Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam wawancara yang dilakukan pada karyawan departemen lapangan PT. XYZ, terdapat beberapa keluhan yang dirasakan oleh karyawan karena adanya tekanan dalam menyelesaikan permintaan secara cepat. Oleh karena itu, dengan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load-Index (NASA-TLX) perusahaan dapat menentukan indikator dominan yang menunjukkan karyawan memiliki beban kerja mental. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan NASA-TLX, karyawan departemen lapangan PT XYZ yang memiliki skor beban kerja mental paling tinggi adalah karyawan ke-4 dengan nilai skor sebessar 91,3 (kategori beban kerja berat). Indikator yang dominan dalam menyebabkan munculnya beban kerja mental karyawan adalah Temporal Demand yang memiliki nilai Weighted Workload (WWL) total sebesar 5.190.
Analisis Peramalan Kebutuhan Caustic Soda (NaOH) Dengan Metode Single Exponential Smoothing dan Double Exponential Smoothing Dewi Portuna Ananda Putri; Parji Parji; Maeka Dita Puspa Syamtinningrum
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4599

Abstract

Caustic Soda (NaOH) merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai regeneran resin anion pada proses demineralisasi air di Demin Plant. Ketersediaan Caustic Soda perlu dikelola secara optimal karena kekurangan persediaan dapat mengganggu kelancaran proses produksi, sedangkan kelebihan persediaan berpotensi meningkatkan biaya penyimpanan dan pengadaan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode peramalan yang mampu memperkirakan kebutuhan Caustic Soda berdasarkan data historis pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peramalan kebutuhan Caustic Soda menggunakan metode Single Exponential Smoothing (SES) dan Double Exponential Smoothing (DES), serta membandingkan kinerja kedua metode berdasarkan tingkat akurasinya. Data yang digunakan merupakan data historis konsumsi Caustic Soda selama periode Januari hingga Desember 2024, yang menunjukkan adanya fluktuasi pemakaian antar bulan. Proses analisis dilakukan dengan menentukan parameter pemulusan terbaik pada masing-masing metode, kemudian mengevaluasi hasil peramalan menggunakan indikator Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode SES menghasilkan nilai MAPE sebesar 13%, sedangkan metode DES memperoleh nilai MAPE sebesar 14%. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa kedua metode masih berada dalam tingkat akurasi yang dapat diterima untuk meramalkan kebutuhan Caustic Soda pada data penelitian. Namun demikian, perbedaan nilai akurasi menunjukkan bahwa karakteristik fluktuasi data memengaruhi kinerja masing-masing metode. Berdasarkan hasil perbandingan, metode SES memberikan hasil peramalan yang sedikit lebih baik dibandingkan DES. Meskipun demikian, kedua metode masih layak digunakan sebagai dasar perencanaan kebutuhan Caustic Soda. Untuk penelitian selanjutnya, metode peramalan lain seperti ARIMA atau Holt-Winters dapat dipertimbangkan agar karakteristik data dapat ditangkap dengan lebih baik.
Analisis Peramalan Kebutuhan Caustic Soda (NaOH) Dengan Metode Single Exponential Smoothing dan Double Exponential Smoothing Dewi Portuna Ananda Putri; Parji Parji; Maeka Dita Puspa Syamtinningrum
Majamecha Vol. 8 No. 1 (2026): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v8i1.4599

Abstract

Caustic Soda (NaOH) merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai regeneran resin anion pada proses demineralisasi air di Demin Plant. Ketersediaan Caustic Soda perlu dikelola secara optimal karena kekurangan persediaan dapat mengganggu kelancaran proses produksi, sedangkan kelebihan persediaan berpotensi meningkatkan biaya penyimpanan dan pengadaan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode peramalan yang mampu memperkirakan kebutuhan Caustic Soda berdasarkan data historis pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peramalan kebutuhan Caustic Soda menggunakan metode Single Exponential Smoothing (SES) dan Double Exponential Smoothing (DES), serta membandingkan kinerja kedua metode berdasarkan tingkat akurasinya. Data yang digunakan merupakan data historis konsumsi Caustic Soda selama periode Januari hingga Desember 2024, yang menunjukkan adanya fluktuasi pemakaian antar bulan. Proses analisis dilakukan dengan menentukan parameter pemulusan terbaik pada masing-masing metode, kemudian mengevaluasi hasil peramalan menggunakan indikator Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode SES menghasilkan nilai MAPE sebesar 13%, sedangkan metode DES memperoleh nilai MAPE sebesar 14%. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa kedua metode masih berada dalam tingkat akurasi yang dapat diterima untuk meramalkan kebutuhan Caustic Soda pada data penelitian. Namun demikian, perbedaan nilai akurasi menunjukkan bahwa karakteristik fluktuasi data memengaruhi kinerja masing-masing metode. Berdasarkan hasil perbandingan, metode SES memberikan hasil peramalan yang sedikit lebih baik dibandingkan DES. Meskipun demikian, kedua metode masih layak digunakan sebagai dasar perencanaan kebutuhan Caustic Soda. Untuk penelitian selanjutnya, metode peramalan lain seperti ARIMA atau Holt-Winters dapat dipertimbangkan agar karakteristik data dapat ditangkap dengan lebih baik.