Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa injeksi Surfaktan+KCL untuk meningkatkan perolehan produksi minyak pada formasi AB-2b di formasi air benakat Firdaus Firdaus; Rohima Sera Afifah
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 4, No 2 (2022): October
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v4i2.126

Abstract

This research is a study of surfactant injection to increase oil production in layer AB-2B Meruap field managed by BWP MERUAP. Meruap field has decreased oil production. To increase production, one way to do this is by doing Enhanced Oil Recovery (EOR) so that oil production in the AB-2B layer increases. EOR is an advanced drainage from the reservoir. Surfactants and KCl as injection fluid in this layer are selected based on the results of laboratory data that have been carried out on the AB2B layer Meruap field. surfactant injection is used to reduce the fluid oil interface tension, where oil is trapped by capillary pressure and cannot move, so that the trapped oil can be removed by injecting the surfactant. Mixing surfactant with oil to form an emulsion that will reduce capillary pressure. The results obtained in the AB-2B Meruap field after surfactant injection was carried out was increased oil production
Kinerja Jaringan Perpipaan dalam Pencegahan Back Pressure Gathering Station di PT X Indra Indra; Firdaus Firdaus; Selvia Sarungu
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4236

Abstract

Back pressure yang berlebihan pada gathering station merupakan kendala operasional yang umum dijumpai dalam industri perminyakan karena dapat menghambat laju alir fluida dari kepala sumur, menurunkan efisiensi perolehan hidrokarbon, serta berpotensi merusak peralatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan laju alir fluida dan distribusi tekanan dalam jaringan pipa dari sumur produksi menuju gathering station, serta mengevaluasi apakah sistem produksi pada lapangan PT X telah beroperasi secara optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi numerik dengan perangkat lunak Pipesim berdasarkan data sekunder lapangan yang mencakup spesifikasi perpipaan, data fluida, serta parameter tekanan dan temperatur operasi pada jaringan pipa yang menghubungkan lima sumur produksi aktif (PDL 1–PDL 5) menuju satu gathering station. Hasil simulasi menunjukkan tekanan sumur PDL 1 menurun dari 61 psia menjadi 59,8 psia, PDL 2 dari 60,5 psia menjadi 59,8 psia, PDL 3 dan PDL 4 relatif stabil pada 60 psia dan 59,5 psia, serta PDL 5 menurun dari 70 psia menjadi 60 psia, dengan pressure drop pada setiap jalur berkisar 1–10 psi. Laju alir menuju gathering station hanya menurun sebesar 0,8 bbl/d dari total 27.665,5 bbl/d (0,0028%). Seluruh tekanan operasi yang diperoleh berada dalam rentang standar tekanan operasi sumur minyak (50–500 psi), dan penurunan laju alir tidak lebih dari batas deviasi validasi model perpipaan sebesar 4,58%. Berdasarkan kriteria tekanan operasi, besaran pressure drop, dan penurunan laju alir tersebut, sistem perpipaan pada gathering station PT X dinyatakan beroperasi dalam kondisi optimal tanpa indikasi back pressure yang berlebihan.