Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kemampuan Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Belajar Husni Mubarok; Nining Apriani
Journal of Islamic Education El Madani Vol. 2 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jiee.v2i1.33

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Kemampuan Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Belajar Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kotapingan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif melalui pendekatan diskriptif. Sumber data adalah kepala madrasah, waka dan majlis guru. Adapun instrumen pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis diskriptif dengan cara reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah guru dalam meningkatkan kualitas hasil belajar siswa adalah dengan melakukan musyawarah dengan guru bidang studi, wali kelas, kepala sekolah, pimpinan yayasan dalam hal meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Hasil yang dicapai teradapat peningkatan pada hasil belajar siswa terutama pada minat dan nilai belajar siswa setelah guru mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Madrasah Tsanawiyah Al Ikhwan Kotapinang Husni Mubarok; Nining Apriani
TADRIBUNA Vol 2 No 1 (2021): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/tjiec.v2i1.42

Abstract

Tujuan Penelitian Ini adalah untuk mengetahui, Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Madrasah Tsanawiyah Al Ikhwan Kotapinang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan Jenis penelitianya adalah penelitian lapangan atau (field research) dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian, diketahui bahwa kepemimpinan kepala madrasah memiliki peranan yang sangat besar meningkatkan kinerja guru dalam kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan professional di MTs Al Ikhwan Kotapinang.
DINAMIKA PERUBAHAN KURIKULUM PESANTREN:STUDI PERBANDINGAN PESANTREN MUSTHAFAWIYAH DAN DARUL MURSYID Husni Mubarok
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21731

Abstract

Tujuan Penelitian Ini adalah untuk mengetahui, Dinamika Perkembangan Pola Kurikulum Pesantren: Studi Perbandingan Pesantren Musthafawiyah dan Darul Mursyid. Metode penelitian, yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitati deskriptif dengan jenis studi komparatif. Penentuan informan penelitian ini dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman yakni reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclution). Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan, berdasarkan perkembangan kurikulum pesantren diketahui bahwa pertama, Pesantren Musthafawiyah yang didirikan oleh syekh Musthafa Husein pada Tahun 1912 pada awalnya hanya mengadopsi pelajaran kiitab-kitab klasik, dan setelah adanya perkembangan dan perubahan setelah pergantian pimpinan pesantren maka terdapat penambahan mata pelajaran umum yang masih diadopsi sampai sekarang yang sesuai dengan visi misi pesantren yaitu Tafaqquh fiddin untuk mencetak ulama. Namun berbeda dengan pesantren Darul Mursyid yang didirikan oleh Drs. H. Ihutan Ritonga tahun 1993 pada awalnya berdirinya pesantren ini mengadopsi pelajaran kitab-kitab klasik dan pelajaran umum akan tetapi setelah adanya dinamika perubahan pesantren maka pesantren ini hanya mengadopsi pelajaran umum saja dan tidak ada lagi pelajaran kitab-kitab klasik sampai saat sekarang ini.