Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mitigasi Bencana Gempa Bumi di Padukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul Desi Maryani
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v1i1.7365

Abstract

Kapanewon Panggang merupakan salah satu daerah di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki lokasi berdekatan dengan sesar Opak sehingga rawan terkena dampak saat terjadi gempa besar. Peristiwa gempa bumi terjadi karena pergerakan lapisan bumi secara tiba-tiba yang tidak dapat diprediksi. Mitigasi bencana gempa bumi dilakukan untuk mengurangi dampak kerugian dan perkuatan dinding yang terdampak gempa bumi. Pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dilakukan di Padukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Pelaksanaan pengabdian dihadiri oleh 22 peserta yang terdiri dari kaum muda, dewasa, dan lansia Penyuluhan mitigasi bencana gempa bumi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi terjadinya bencana gempa bumi dan memberikan solusi atas pemasalahan pembangunan dan perkuatan dinding rumah terdampak gempa bumi. Antusiasme masyarakat dibuktikan dengan diskusi dan tanggapan atas topik yang disampaikan. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil menambah wawasan masyarakat mengenai mitigasi bencana gempa bumi, khususnya terkait teknis dasar pembangunan rumah tahan gempa dan perkuatan dinding rumah terdampak gempa bumi di Padukuhan Karang.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT POLYPROPHYLENE TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON EXPANDED POLYSTYRENE Desi Maryani; Ade Lisantono
Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v17i3.7887

Abstract

Beton expanded polystyrene (EPS) mempunyai berat jenis lebih ringan dibanding beton normal. Beton EPS banyak diminati untuk bahan dasar pembuatan elemen non struktural suatu bangunan, misalnya partisi pracetak. Penambahan serat polyprophylene pada beton diharapkan dapat memperbaiki ikatan dan daya lekat pada bahan penyusunnya, sehingga mencegah terjadinya retak dan menambah daktilitas pada komponen beton ringan. Pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, kuat tarik belah, serta kuat lentur mengacu pada ASTM C330-09 tentang Standar Specification for Lightweight Aggregates for Structural Concrete. Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm yang akan diuji saat usia beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Pada pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, serta kuat tarik belah digunakan sekurang-kurangnya 3 silinder untuk tiap variasi pengujian, sementara pengujian kuat lentur digunakan sekurang-kurangnya 2 balok dengan dimensi 200x200x700mm. Hasil penelitian menunjukkan kuat teksn rata-rata menurun berturut-turut 14%, -35%, -6%, dan -19% saat usia beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan air untuk melarutkan serat polyprophylene. Hasil pengujian kuat tarik belah meningkat berturut-turut -26%, -16%, 15%, dan 33% saat usia beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Penggunaan serat polyprophylene pada silinder beton meningkatkan kuat tarik belah beton EPS sebesar 33% saat usia beton 28 hari dibandingkan dengan beton non serat. Peningkatan nilai kuat lentur (MOR) beton serat berturut-turut sebesar 22%, 38%, -11%, dan 28% saat usia beton 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari terhadap beton non serat.