Sistem pengelasan listrik membutuhkan arus AC yang besar dan tidak tergantung pada besar tegangan. Sehingga apabila melakukan suatu pekerjaan las listrik, kebutuhan daya listrik sekitarnya akan terganggu. Agar tidak mengganggu tegangan AC sekitarnya, maka pada las listrik dilengkapi dengan transformator tersendiri sebagai sumber pengaturan arus. Operasi transformator diatas suhu 100o C sering menimbulkan efek panas yang tinggi dan kadang-kadang dapat melebihi panas nominalnya dan berakibat mengurangi kinerja operasinya dan memungkinkan terjadinya kegagalan sistem. Untuk mengurangi dampak panas yang ditimbulkan pada saat transformator beroperasi maka pada penelitian telah dibuat perancangan sistem monitoring perubahan suhu pada proses pengelasan. Monitoring ini memerlukan pendeteksi suhu pada waktu kerja puncak dan pengontrol untuk sistem pendinginan transformator. Kondisi kontrol untuk pendinginan transformator dilakukan dengan menambahkan kipas angin ekstrenal yang dapat bekerja secara otomatis. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan 2 jenis transformator yaitu trafo kumparan lilit dan trafo inverter. Sistem monitoring suhu bekerja jika PID memberi output tegangan ke rangkaian kipas angina bila suhu diatas ambang batas yaitu pada penelitian ini 50°C. Transformator kumparan lilit memiliki rata-rata durasi waktu 74 detik untuk menaikkan suhu saat transformator beroperasi dan 112,8 detik untuk menurunkan suhu saat transformmator telah selesai beroperasi. Sedangkan untuk transformator inverter memiliki rata-rata durasi waktu 114.95 detik untuk menaikkan suhu saat transformator beroperasi dan 95,05 detik untuk menurunkan suhu saat transformmator telah selesai beroperasi. Kata kunci: Trafo Inverter, Trafo Lilit, Perubahan Suhu, Pendingin Tambahan