Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI “RELAKSASI BENSON BERBASIS SPIRITUAL DZIKRULLOH” UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DAN MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR Sumirah Budi Pertami; Budiono .
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol 3 No 2 (2019): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v(3)i(2)y(2019).page:102-114

Abstract

Hipertensi yang disertai dengan nyeri kepala sering menimbulkan rasa cemas, penurunan kualitas tidur, akibat gangguan tidur menyebabkan kualitas hidup seseorang menjadi turun. Ada beberapa dampak serius gangguan tidur pada lansia misalnya mengantuk berlebihan di siang hari, gangguan memori, mood, depresi, sering terjatuh, penggunaan hipnotik yang tidak semestinya, dan penurunan kualitas hidup. Gangguan tidur yang dialami usia lanjut merupakan salah satu penyebab tingginya angka morbiditas pada usia lanjut.Unit Pelayanan Sosial Tresna Werdha Pasuruan di huni sebanyak 98 lansia, terdiri dari 39 orang laki-laki dan 49 orang perempuan, dengan rentang usia antara 65 th - 84 th, dan sebagian besar berumur 70 th – 75 th. Secara umum kondisi status kesehatan mereka perlu mendapatkan perhatian yang serius terkait dengan kondisi kesehatanya, karena lebih dari 45 % (45 org) menderita hipertensi, mulai dari hipertensi sedang sampai berat. Sebanyak 32 orangmenderita arthritis rheumatoid (rematik), 12 orang, mengalami gangguan pergerakan, dan beberapa lansia mendapat perawatan khusus karena sudah tidak bisa melakukan kegiatan kesehariannya.Tujuan Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) adalah melakukan pelatihan “Relaksasi Benson Berbasis Spiritual Dzikrulloh” pada lansian untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kwalitas tidur lansiaPengabdian Masyarakat (Pengabmas) dilakukan di Unit Pelayanan Sosial Tresna Werdha Pasuruan selama empat minggu, yang di laksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan dasar (pengukuran tanda-tanda fital, dan masalah tidur ), penyuluhan kesehatan lansia, latihan Relaksasi Benson Berbasis Spiritual Dzikrulloh secara bersama-sama dilanjutkan dengan latihan berkelompok (pervisma/tempat tinggal lansia). Hasil kegiatan pengabmas, pertama pengelola panti merasa bersyukur dan terima kasih kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Malang khususnya kepada dosen-dosen dan mahasiswa dari Kampus II Prodi D-III Keperawatan Lawang yang turun dan berpasipasi secara langsung untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan lansia melalui pemberdayaan lansia dengan melatih Relaksasi Benson Berbasis Spiritual Dzikrulloh. Kedua para lansia sangat antusian mengikuti kegiatan Relaksasi Benson Berbasis Spiritual Dzikrulloh ini walaupun dengan keterbatasan mereka, bahkan mereka berharap agar kegiatan semacam ini tidak hanya berhenti sampai disini, mereka berharap agar kegiatan ini berlangsung secara berkesinambungan.
PEMBERDAYAAN REMAJA PUTRI MELALUI PEMBENTUKAN “SASEDY” (SANGGAR SENAM DYSMENORRHEA) UNTUK MENGATASI DYSMENORRHEA Sumirah Budi Pertami; Budiono .
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol 4 No 1 (2020): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea atau nyeri haid biasanya terjadi di daerah perut bagian bawah, pinggang, bahkan punggung bisa juga berupa kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki dan biasanya disertai gejala gastrointestinal dan neurologis seperti kelemahan. Permasalahan Dysmenorrhea sering dikeluhkan saat wanita atau remaja putri datang ke dokter atau tenaga kesehatan yang berkaitan dengan haid. Kondisi ini akan bertambah parah apabila disertai dengan kondisi psikis yang tidak stabil. Terlebih lagi di kalangan wanita yang bekerja dan harus tetap masuk kerja dalam kondisi kesakitan, Meski kebanyakan nyeri haid dapat hilang dengan sendirinya, tetapi jika berlangsung sepanjang hari, akan mengganggu aktivitas Tujuan dan sasaran kegiatan pengabdian masyarakat adalah Terbentuknya Sasedy (Sanggar senam Dysmenorrhae) di SMA 1 Lawang sebagai sarana edukasi, yaitu untuk alternatif terapi penanganan non farmakologi bagi remaja putri yang mengalami Dysmenorrhae dan mengalami ketidaknyamanan ketika sedang mengalami menstruasi. Sasaran dalam pengabdian kepada masyarakat ditujukan untuk remaja putri yang mengalami Dysmenorrhae di SMAN I Lawang .Metode yang digunakan adalah bersifat persuasif edukatif, dengan metode penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Teknik pelatihan yang diberikan sendiri yaitu mengenai senam Dysmenorrhae dengan menggunakan media video. Hasil evaluasi kegiatan pengabmas terbukti bahwa kegiatan ini mampu mengurangi dan mengadaptasikan rasa nyeri yang dialami oleh siswi SMAN I lawang setelah melakukan senam dysmenorhae