Tikus adalah salah satu binatang pembawa penyakit terhadap manusia. Penyakit tersebut berupa penyakit tular rodensia. Pada Industri XY terdapat tikus di area luar kantor utama, dimana tikus dapat merusak barang di sekitar area tersebut. Faktor keberadaan tikus yaitu tersediannya makanan yang melimpah, kondisi sanitasi lingkungan yang buruk dan kurangnya pengendalian tikus. Tujuan penelitian mengetahui jumlah tikus yang terperangkap dan menganalisis perbedaan model perangkap tikus Sherman live trap dengan Sherman snap trap terhadap jumlah tikus yang terperangkap di area luar kantor utama Industri XY. Jenis penelitian eksperimen dengan posttest only design. Populasi seluruh tikus yang ada di area luar bangunan utama. Sampel adalah jumlah tikus yang terperangkap pada alat. Besar sampel yang diperlukan adalah 18 sampel. Teknik pengambilan sampel dengan insidental sampling, perlakuan yang diberikan adalah 2 perlakuan Sherman live trap dan Sherman snap trap. Teknik pengumpulan data menghitung jumlah tikus yang terperangkap. Alat pengumpul data adalah perangkap. Analisa data menggunakan univariat dan kruskal wallis. Jumlah tikus yang terperangkap pada sherman snap trap sebanyak 5 ekor, pada Sherman live trap tidak terdapat tikus yang terperangkap. Terdapat perbedaan yang signifikan antara model perangkap terhadap jumlah tikus yang terperangkap. Jenis perangkap tikus yang efektif adalah Sherman snap trap. Disarankan agar industri menggunakan Sherman snap trap untuk mengendalikan tikus di industri karena perangkap mampu membunuh tikus secara lansung, perangkap tidak beracun karena menggunakan umpan alami dan perangkap mudah untuk dibersihkan.