Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberian Motivasi Belajar di SMPN 2 Pare Kabupaten Kediri Mohammad Ikhwan Khosasih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.65

Abstract

Proses belajar mengajar tidak bisa terlepas dari macam faktor yang dapat mempengaruhi dan menunjang keberlangsungannya. Salah satu penunjang utamanya adalah adanya motivasi belajar bagi peserta didik yang terstruktur dan terkonstruksi dengan baik. Metode dalam pengabmas ini menggunakan pre dan post motivasi. Pemberian motivasi berjalan dengan tertib dan lancar, hasil observasi post motivasi didapatkan sebagian besar yaitu 29 siswa aktif dalam mengikuti mata pelajaran selama 2 minggu (100%), satu siswa dengan angka ketidakhadirannya sebesar 58,3%. atau lima hari tidak masuk dalam dua minggu. Kegiatan berlangsung tepat sesuai jadwal yang telah kami buat, tahap evaluasi, siswa mengikuti jalannya pemberian motivasi dengan baik, siswa diberikan feedback tentang tanggungjawab sebagai pelajar, tugas-tugas sebagai pelajar dan rencana masa depan. Urgensi dari pada motivasi adalah sebagai pendorong, penggerak dan sebagai suatu pengaruh terhadap tujuan. Lembaga pendidikan, sebagai wadah tempat berkumpulnya agen-agen perubahan sosial dan segala perangkatnya, haruslah memiliki prinsip kebersamaan atau kerjasama yang baik antar lembaga dan anggota serta orang-orang yang berkepentingan didalamnya, Pembelajaran yang efektif bukan membuat siswa menjadi pusing akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan
Pemberian Pelatihan Teknik Pertolongan Pertama Pada Kejadian Patah Tulang Kepada Anggota Palang Merah Remaja Siswa MAN 3 Kandangan Mohammad Ikhwan Khosasih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.106

Abstract

Palang merah remaja (PMR) adalah organisasi yang berlandaskan kemanusiaan, kebersamaan, perduli terhadap sesama dan tanggung jawab. Ini menjadikan PMR menjadi salah satu wadah untuk dapat menumbuhkan rasa kemanusiaan dan rasa sosial yang tinggi terhadap sesama. Metode dalam pengabmas ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab dengan menggunakan slide, demonstrasi dan praktek dimana setelah diberikan materi pada sesi I tentang teknik pertolongan pertama pada kejadian patah tulang siswa anggota PMR pada sesi II langsung mempraktekkan teknik tersebut dengan bimbingan. Pelaksanaan kegiatan ini, kami membutuhkan waktu kurang lebih dua jam (13.00 - 15.00 WIB). Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib dan dibuat santai menyenangkan sehingga siswa anggota PMR yang mengikuti pelatihan teknik pertolongan pertama pada patah tulang dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan hasilnya siswa mengerti dan mampu melakukan demonstrasi (mempraktekkan) cara penanganan pertolongan pertama pada patah tulang (jenis patah tulang, tanda - tanda patah tulang, pemasangan bidai). Proses belajar mengajar tidak bisa terlepas dari macam faktor yang dapat mempengaruhi dan menunjang keberlangsungannya. Salah satu penunjangnya adalah adanya ketrampilan bidang ilmu lain selain rutinitas belajar dikelas terutama bagi anggota palang merah remaja MAN 3 Kandangan