Faried Ma'ruf
Institut PTIQ Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah: Studi Kasus pada Koperasi Syariah di Kota Tangerang Selatan Faried Ma'ruf
Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah Vol. 13 No. 02 (2021): Al-Tasyree: Jurnal Bisnis, Keuangan dan Ekonomi Syariah
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59833/altasyree.v13i02.296

Abstract

Analisis faktor penyebab pembiayaan bermasalah di Koperasi dan strategi penyelesaikannya adalah tujuan dari penelitian ini, karena bila tidak diselesaikan segera dapat menggrogoti kinerja koperasi dan akan menjadi hambatan dalam pengembangan usaha karena kesulitan keuangan. Analisis kualitatif digunakan dalam penelitian dengan melakukan pendalaman mengenai strategi penyelesaian pembiayaan masalah dengan pendekatan observasi dan pengamatan mendalam pada pengurus koperasi tentang kondisi kesehatan koperasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah pada koperasi di Kota Tangerang Selatan disebabkan karakter nasabah yang tidak mendasari itikad baik, selanjutnya adalah kinerja usaha nasabah yang buruk dan meninggal dunia apalagi setelah terjadinya pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak korban meninggal setelah terinfeksi positive virus covid-19 serta krisis ekonomi dan kesulitan keuangan pada koperasi secara umum yang disebabkannya. Adapun strategi Penyelesaian pembiayaan bermasalah dalam menanggulangi faktor-faktornya adalah dengan melakukan pendekatan persuasif kepada nasabah serta mencari jalan keluar terbaik dengan program reschedule, reconditioning pembiayaan macet. Hasil penelitian menunjukkan penyebab terjadinya pembiayaan macet adalah kegagalan usaha ,karakter yang kurang baik dari Nasabah , bencana alam dan meninggal dunia. Strategi penyelesaikan pembiayaan bermasalah dengan rescedulling dan reconditioning