Lukman Hakim
STH Galunggung Tasikmalaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Dalam Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Siswa Pada Kebersihan Lingkungan Sekolah Lukman Hakim
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.4183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiupaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti dalam menanamkan karakter bertanggungjawab siswa pada kebersihan lingkungan sekolah melalui program sampahku bukan untukmu (SAKU). Penelitian ini dilakukan di tingkat sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif studi kasus. Data dan informasi dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan triangulasi dari beberapa informan, yaitu; kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru PAI dan Budi Pekerti, tenaga kependidikan serta siswa. Teknik analisis data menggunakan metode Intrepretatif. Hasil penelitian menunjukkanantaralain: (1) Pengembangan karakter bertanggungjawab siswa pada kebersihan lingkungan sekolah dilakukan dengan cara antaralain: penanaman karakter sejak siswa diterima, metode pembiasaan, dan pelaksanaan program SAKU; (2) Upaya guru PAI dan Budi Pekerti dalam mengembangkan karakter bertanggungjawab dilakukan dengan cara mengingatkan setiap hari, mengajarkan disiplin, pembinaan dan bimbingan terprogram, dan pemberian sanksi; (3) Faktor pendukung antara lain: keterlibatan pegawai, sosialiasi program,motivasi, dan sarana dan prasarana yang memadai; (4) Faktor penghambatnya yaitu keberagaman karakter siswa, plastik kemasan, keterbatasan guru dalam evaluasi program, keterbatasan alat kebersihan, dan (5) Solusinya, melakukan pembinaan siswa secara kontinyu, larangan jajan di luar sekolah, mengevaluasi program, dan menyediakan sarana berupa alat kebersihan.