Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta dan fenomena dalam era digitalisasi yang penuh dengan perubahan paradigma, perubahan kebutuhan, perubahan kebijakkan, sehingga mempengaruhi system nilai budaya (tradisi) suatu bangsa khususnya Indonesia. Dengan keberadaan Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) diharapkan tetap bias dijadikan sebagai benteng pertahanan dalam menyelamatkan generasi-generasi anak bangsa dari dampak arus global yang sangat dahsyat, sehingga generasi-generasi anak bangsa bisa menjadikan informasi, pengetahuan dan teknologi yang canggih sebagai alat untuk mengembangkan kecerdasan intelektual emosional dan spiritual. Berangkat dari latar belakang tersebut, yang ingin dicari jawabannya adalah apa saja apa faktor pendukung Pembaharuan sitem pendidikan Ma’arif Nahḍatul ‘Ulamā’ (NU) dalam era digitalisasi di Provinsi Bengkulu?, lalu apa faktor penghambat Pembaharuan sitem pendidikan Ma’arif Nahḍatul ‘Ulamā’ (NU) dalam era digitalisasi di Provinsi Bengkulu? Metode penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analisis. Hasil Secara keseluruhan Pembaharuan sistem pendidikan Ma’arif NU dilakukan dalam segala aspek pendidikan, seperti: tujuan, kurikulum, metode dan model pembelajaran, pendidik dan Tenaga kependidikan, dan jenis dan manajemen lembaga. Fakta yang dapat dilihat adalah semakin berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif NU tingkat Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidai’yah dan Madrasah Aliayah (MA), serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sampai perguruan Tinggi .Dalam aspek Pembaharuan yang sudah dihasilkan tidak terlepas dari suatu proses perjuangan dalam usahapembahruan pada sistem pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama dalam era digitalisasi di Provinsi Bengkulu, kemudian yang menajdi faktor penghambat, yaitu karena Nahdlatul Ulama memilki kader yang banyak tetapi belum terorganisir secara rapi yang disebabkan mayoritas para tokohNahdlatul Ulama memilkilembaga pendidikan sendiri, yang terutama pondok pesantren.