Tri Widji Nurani
Departemen Pemanfaatan sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian pasokan dan kebutuhan kayu untuk pembuatan kapal di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah Karyanto Karyanto; . Darmawan; Tri Widji Nurani
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.5.2.2020.30123

Abstract

Keberlangsungan dan produktivitas galangan kapal kayu di Kabupaten Batang bergantung adanya persediaan dan kelancaran pasokan kayu dari pemasok. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan kayu di galangan kapal kayu Kabupaten Batang, mengidentifikasi pemasok dan menghitung ketersediaan pasokan kayu, dan mengidentifikasi alur pasokan kayu. Analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif untuk memaparkan hasil-hasil perbandingan antara kebutuhan dan pasokan kayu selama tahun 2014-2018. Kayu yang digunakan  untuk membuat kapal berukuran dibawah 30 GT adalah jenis bengkirai sebesar 70%, kayu rimba campur 17% dan kayu laban 13%. Total kebutuhan kayu selama tahun 2014-2018 jenis kayu bengkirai sebesar 6.431,67 m3 dan jenis kayu rimba campur sebesar 1.561,98 m3. Ada 8 perusahaan yang menjadi pemasok utama di galangan Batang. 2 perusahaan berlokasi di kecamatan Batang, 6 perusahaan berlokasi di Kecamatan Tulis dan  Subah.  Ketersediaan kayu bengkirai (20.439,09 m3) dan rimba campur  (42.550,00 m3 ) di 8 perusahaan. Stok tersebut  masih lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan seluruh galangan di Kabupaten Batang  selama tahun 2014-2018, yang hanya sebesar 6.431,67 m3 untuk kayu bengkirai dan sebesar 1.561,98 m3 untuk kayu rimba campur. Alur pasokan kayu dimulai dari supplier (perusahaan Kalimantan dan Maluku), agen kayu di Wilayah Semarang, penjual kayu di Kabupaten Batang, galangan kapal kayu. Kayu dipesan dalam bentuk kayu bulat atau gelondongan, namun kayu dikirim ke galangan dalam bentuk kayu olahan.