This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pandu Husada
Muhammad Edy Syahputra Nasution
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Diabetes Melitus Tipe-2 Dengan Terjadinya Gangguan Pendengaran Pujhi Meisya Sonia; Muhammad Edy Syahputra Nasution
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i1.5402

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, yang terjadi karena gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tapi masih dapat dikontrol. Salah satu komplikasi yang dapat disebabkan oleh DM adalah gangguan pendengaran, terutama tuli sensorineural yang disebabkan karena adanya kelainan mikroangiopati terutama pada telinga bagian dalam. Namun hubungan kejadian antara DM Tipe-2 dengan gangguan pendengaran masih sering menjadi perdebatan, karena belum ada konsesus yang pasti. Untuk mengetahui hubungan DM Tipe-2 dengan gangguan pendengaran. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan data yang diperoleh dari pemeriksaan Kadar Glukosa Darah (KGD), pemeriksaan fisik telinga, hidung, dan tenggorokan, pemeriksaan dengan garpu tala dan pemeriksaan audiometri nada murni yang dilakukan terhadap 52 subjek, yang terdiri dari 26 penderita DM Tipe-2 sebagai kelompok kasus dan 26 orang sehat sebagai kelompok kontrol. Teknik analisis data menggunakan statistik uji chi square Didapatkan hubungan antara DM Tipe-2 dengan Gangguan pendengaran dimana dari hasil analisis dengan uji chi square didapatkan hasil yang bermakna antara DM Tipe-2 dengan gangguan pendengaran dengan nilai (p=0,005) atau p0,05. Terdapat hubungan yang bermakna antara DM Tipe-2 dengan gangguan pendengaran.
Hubungan Hipertensi dengan Gangguan Pendengaran di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan Dinda Syari Nasution; Muhammad Edy Syahputra Nasution
JURNAL PANDU HUSADA Vol 1, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v1i4.5434

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang penting dikarenakan prevalensinya tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Salah satu organ sasaran hipetensi adalah sistem auditorik yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Faktor risiko gangguan pendengaran seperti diabetes melitus, hipertensi, merokok, obesitas, dan hiperlipidemia diindikasikan berhubungan dengan gangguan pendengaran namun mekanismenya masih belum diketahui sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan hipertensi dengan gangguan pendengaran di Rumah Sakit TK II Bhayangkara Medan. Sebanyak 60 subjek terdiri dari 30 subjek kelompok hipertensi dan 30 subjek kelompok kontrol (kelompok normotensi), laki-laki dan perempuan, berusia 25-60 tahun dilakukan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer serta pemeriksaan pendengaran dengan garpu tala dan audiometri nada murni. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain case control study. Analisis hasil penelitian ini menggunakan chi-square dan uji Fisher exact. Hasil Penelitian: Terdapat 18 penderita hipertensi yang mengalami gangguan pendengaran, 12 penderita hipertensi tidak mengalami gangguan pendengaran, 2 penderita normotensi gangguan pendengaran, dan 28 penderita normotensi tidak mengalami gangguan pendengaran. Jadi terdapat hubungan antara hipertensi dengan gangguan pendengaran.