p-Index From 2021 - 2026
1.288
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Artesis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH AKSESIBILITAS TERHADAP PENGGUNA TRANSPORTASI KERETA COMMUTER LINE, STASIUN SUDIMARA Nahda Nadia Al Aulia; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 1 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i1.3755

Abstract

Kota Tangerang Selatan yang merupakan wilayah penyangga ibukota negara memiliki 3 pintu masuk utama yaitu jalan tol BSD - Pondok Indah, Tol JORR 2 Cinere - Kunciran dan kereta commuter line. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor baik kendaraan pribadi dan terutama kendaraan umum dengan daya angkut kecil, serta pertumbuhan ruas jalan yang terbatas menyebabkan terjadinya kemacetan. Dengan peningkatan jumlah kendaraan yang sangat cepat, maka perlu upaya untuk mengurangi lalu lintas di jalan, dengan cara menyediakan fasilitas transportasi massal salah satunya kereta commuter line, namun minat masyarakat masih kurang dalam menggunakan angkutan umum khususnya kereta commuter line. Salah satu aspek penting yang memengaruhi minat penumpang terhadap keseluruhan perjalanan menggunakan kereta commuter line adalah aksesibilitas stasiun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan, atribut aksesibilitas dan frekunesi pengalaman negatif pengguna terhadap aksesibilitas kereta commuter line di Stasiun Sudimara dengan bantuan aplikasi SPSS 22. Sedangkan metode untuk menganalisa menggunakan metode importance performance analysis (IPA) dan regresi ordinal logit. Dari hasil analisa, faktor yang harus diperhatikan dan diperbaiki bagi pengguna kendaraan yaitu tempat naik dan turun penumpang dan jalur untuk pengguna kendaraan sedangkan untuk faktor yang harus diperbaiki dan diperhatikan bagi pejalan kaki yaitu fasilitas untuk pejalan kaki, dan pencahayaan di tempat naik dan turun penumpang. untuk hasil analisa, faktor yang harus diperhatikan dan diperbaiki terhadap atribut aksesibilitas yaitu papan informasi, petunjuk arah dan pencahayaan di tempat naik dan turun penumpang. sedangkan untuk hasil analisa frekuensi pengalaman negatif dalam perjalanan menuju Stasiun Sudimara atribut yang berpengaruh yaitu jarak dan waktu tempuh.
ANALISIS EFEKTIVITAS PELICAN CROSSING SEBAGAI MEDIA PENYEBERANGAN Rangga Dewa Setra; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 2 No 2 (2022): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v2i2.4299

Abstract

Sebagai kota metropolitan, Jakarta Pusat padat akan aktivitas. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Pusat, kepadatan penduduk di kota ini pada tahun 2021 mencapai 21.959 jiwa/km2. Menurut Kepolisian RI, tahun 2020 jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta mencapai 20 juta. Hal ini memungkinkan terjadinya lonjakan volume penduduk dan kendaraan bermotor di tahun berikutnya. Perlu dilakukan penelitian terhadap eksistensi penyeberangan sebidang menurut jenis dan efektivititasnya di tengah situasi padat lalu lintas. Direktorat Jenderal Bina Marga membagi kriteria fasilitas penyeberangan sebidang kedalam zebra cross dan pelican cross, baik dengan lapak tunggu ataupun tidak. Penelitian dilakukan di pelican crossing Halte Bundaran HI. Data primer diperoleh dari pengamatan selama 1 hari kerja dan 2 hari akhir pekan pada jam puncak selama 2 jam. Jumlah kendaraan dan penyeberang jalan dihitung volume dan kecepatan setempatnya. Sehingga kemudian dapat ditentukan kriteria penyeberangan jalan yang sesuai dengan Pedoman Perencanaan Jalur Pejalan Kaki Pada Jalan Umum dan efektivitasnya.
PENGARUH PERLINTASAN SEBIDANG KERETA API TERHADAP KARAKTERISTIK LALU LINTAS Rahmad Jayanggi; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 1 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i1.5028

Abstract

Satu dari sekian banyak permasalahan transportasi, yaitu antrean panjang di sekitar pintu perlintasan kereta api. Keadaan pun pun dialami pula oleh Perlintasan Kereta Api di Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor. Kapasitas kendaraan yang melintas mendekati perlintasan antara sebidang jalan raya dan rel kereta api cukup besar sehingga memunculkan penundaan maupun antrean kendaraan yang sangat besar pada saat jam puncak di pagi maupun sore hari. Selain itu resiko kemungkinan kecelakaan cukup besar. Dari hasil analisis wilayah pengamatam awal yakni ruas yang tidak terpengaruh hambatan rumble strips nilai kecepatan arus bebas Ūf 28,238 km per jam, nilai kerapatan macet Dj 32,720 smp per km dan volume maksimalnya 230,987 smp per jam dan pada wilayah pengamatam akhir yakni ruas yang terpengaruh hambatan rumble strips nilai kecepatan arus bebas Ūf 20,037 km per jam, nilai kerapatan macet Dj 39,134 smp per km dan volume maksimalnya 196,032 smp per jam. Terjadinya keadaan antrean dan tundaan maksimal selama rentang waktu 08:09:07 – 08:13:24 : menciptakan waktu untuk melepaskan ta = 1217 detik, waktu dalam memulihkan tb = 2692 detik, panjang antrean maksimal = 2924 meter, jumlah kendaraan antre N = 68 smp, dan rerata tundaan selama 162 detik.
ANALISA KINERJA RUAS JALAN YANG DIPENGARUHI OLEH HAMBATAN SAMPING PADA RUAS JALAN ALTERNATIF CIBUBUR Elvina Puspita Andani; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 3 No 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5928

Abstract

Kemacetan pada ruas jalan diakibatkan karena adanya hambatan samping, hambatan samping ini sangat mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Jalan Alternatif Cibubur merupakan jalan utama yang menghubungkan Kota Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Bekasi. Jalan tersebut termasuk kedalam tipe 6/2 D dengan penggunaan samping kanan dan kiri jalan untuk pertokoan dan pusat perbelanjaan. Oleh karena itu, pada jalan tersebut sering terjadi kemacetan atau arus lalu lintas tidak lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja jalan, kelas hambatan samping, serta solusi yang dapat dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Berdasarkan analisis perhitungan yang dilakukan maka diperoleh nilai volume lalu lintas maksimum pada segmen 1 sebesar 4402.45 smp/jam, sedangkan untuk segmen 2 sebesar 4397.55 smp/jam. Kemudian diperoleh nilai hambatan samping pada segmen 1 sebesar 1095.9 dengan kelas hambatan samping sangat tinggi, sedangkan untuk segmen 2 sebesar 1092.5 dengan nilai kelas hambatan samping sangat tinggi. Selain itu diperoleh nilai kapasitas pada segmen 1 dan segmen 2 sebesar 4169.88 smp/jam. Berdasarkan hal tersebut maka diperoleh nilai derajat kejenuhan pada segmen 1 sebesar 1.06, sedangkan untuk segmen 2 sebesar 1.05. Sehingga pada Ruas Jalan Alternatif Cibubur memiliki tingkat pelayanan F yang artinya arus yang terhambat, kecepatan rendah, dan volume diatas kapasitas jalan. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang dilakukan di wilayah studi, maka direkomendasikan untuk menerapkan solusi kondisi hambatan samping tanpa kendaraan berhenti / parkir, dimana kendaraan tidak boleh berhenti / parkir disepanjang jalur pengamatan.
ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS JALAN Desy Ayu Purwanti; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6777

Abstract

Jalan Narogong KM 26 Kabupaten bogor merupakan jalan provinsi dengan kelas jalan kolektor primer II. Tipe jalan tersebut merupakan 2/2 UD dengan lebar badan jalan adalah 7 meter dengan mayoritas kendaraan yang melintas adalah truk trailer dan tronton. Pada Keputusan Walikota Bekasi tahun 2016, jalan Narogong seharusnya memiliki lebar jalan 10 meter. Kondisi ketidaksesuaian antara peraturan Keputusan Walikota dan hasil dilapangan ini perlu dilakukannya peningkatan kinerja jalan pada ruas jalan Narogong KM 26 supaya mampu mendukung dan menampung aktivitas Masyarakat sekitarnya. Metode yang digunakan dalam analisis peningkatan jalan ini yaitu menggunakan PKJI 2023. Survey kecepatan dan volume kendaraan dilakukan selama 3 hari yaitu 2 hari jam kerja dan 1 hari jam libur kerja. Hasil yang didapat adalah MP rata-rata adalah 12,82 km/jam ketika dalam kondisi jam puncak. Menurut perhitungan kecepatan JLK 2/2-TT kecepatan normal untuk kendaraan MP adalah 65 km/jam sehingga kecepatan rata-rata saat ini jauh dari layak. Derajat kejenuhan yang didapat adalah 0,982 sedangkan menurut PKJI nilai derajat kejenuhan harus ≤0,85. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, maka peningkatan jalan yang direncanakan adalah sebesar 10 meter 2/2-TT. Sehingga didapat hasil nilai derajat kejenuhan adalah 0,72 dimana nilai tersebut dibawah 0,85.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT OPERASIONAL GEDUNG “X” TERHADAP KINERJA RUAS JALAN MEDAN MERDEKA SELATAN JAKARTA PUSAT Muhammad Damesha Pradana; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6778

Abstract

Jalan Medan Merdeka Selatan termasuk golongan jalan dengan jenis kolektor, pada jalan ini terdapat lingkungan perkantoran dan pemerintahan dengan tipe 4 lajur 1 arah tidak terbagi (Arah T-B) dan 3 lajur 1 arah tidak terbagi (Arah B- T). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja ruas Jalan Medan Merdeka Selatan terhadap arus lalu lintas akibat adanya Operasional Gedung “X” Jakarta Pusat, mengetahui dampak lalu lintas yang ditimbulkan akibat Operasional Gedung “X” Jakarta Pusat dan menetapkan jenis penanganan terhadap dampak lalu lintas yang terjadi pada ruas Jalan Medan Merdeka Selatan. Penelitian ini menggunakan perhitungan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (PKJI 2023). Dari hasil analisis disimpulkan nilai volume kendaraan di Jl. Medan Merdeka Selatan dari arah Timur menuju ke Barat tertinggi sebesar 4095 skr/jam dan total volume kendaraan tertinggi di Jl. Medan Merdeka Selatan dari arah Barat menuju ke Timur sebesar 3355 skr/jam. Nilai perhitungan hambatan samping tertinggi yang terjadi dari arah Timur menuju ke Arah Barat sebesar 1151 dan hambatan samping yang terjadi dari arah Barat menuju ke Timur sebesar 1027. Kecepatan arus bebas sebesar 54,9 km/jam untuk sepeda motor dan 69,78 km/jam untuk mobil penumpang. Kapasitas ruas jalan sebesar 4826 skr/jam (B-T) dan 6435 skr/jam (Pada T-B). Derajat kejenuhan tertinggi dari arah Timur menuju ke arah Barat sebesar 0,64 skr/jam dan derajat kejenuhan tertinggi dari arah Barat menuju kearah Timur sebesar 0,70 skr/jam dan Jalan Medan Merdeka Selatan keseluruhan memiliki tingkat pelayanan kelas C. Oleh karena itu perlunya dilakukannya penanganan lalu lintas untuk dapat meningkatkan kinerja ruas jalan tersebut. Hal ini ditunjukkan batas lingkup nilai derajat kejenuhannya 0,45-0,74, dengan kecepatan atau gerak kendaraan dikendalikan dan pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN TERHADAP HAMBATAN SAMPING Avif Farullah; A.R. Indra Tjahjani
Jurnal ARTESIS Vol 4 No 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7865

Abstract

Ruas jalan di Jalan Jendral Sudirman sering kali mengalami kemacetan yang luar biasa, apalagi di waktu hari kerja dan pulang dimana volume kendaraan sangat meningkat dengan segala macam kendala. Jalur Jendral Sudirman ini merupakan jalan penghubung utama bagi pemotor dari Jendral Sudirman ke Jakarta Timur atau Bekasi. Karena ada pembangunan beragam jalur alternatif dibuat guna mengurai kemacetan. Hal itu disebabkan dari tingginya volume kendaraan yang melintas di atasnya. Akibatnya, tak sedikit pengendara mengalami gangguan lalu lintas yang banyak dan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey lapangan dengan menghitung jumlah volume kendaraan di Jalan Jendral Sudirman . di pertigaan yang berdekatan dengan Grand Mall Bekasi . ditempat itu akan ditempatkan seorang pensurvey untuk mencatat kapan waktu tiba dari setiap jenis kendaraan yang melintas ke arah Kota Bekasi dan melewati pertigaan Perumnas 1. Data ini merupakan data primer. Dari hasil penelitian di wilayah studi menunjukkan bahwa jumlah kejadian hambatan samping sangat tinggi hal ini menyebabkan buruknya Tingkat pelayanan jalan (LOS E). Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan terhadap hambatan samping yang semula memiliki faktor koreksi (FCSF) 0,88, jika diperbaiki agar faktor – faktor penyesuaian diperbaiki menjadi (FCSF) 1 maka kapasitas semula sebesar 5503 smp/jam maka berubah menjadi DS 0,67 maka memberikan (LOS D) Untuk mengurangi tingkat hambatan samping yang sangat tinggi diharapkan agar pihak setempat melakukan perbaikan jalan dan sosialisasi terhadap pengguna jalan serta perawatan trotoar pada sekitar ruas Jalan Jendral Sudirman, agar pejalan kaki merasa nyaman dan aman ketika berjalan,serta juga pengguna kendaraan tidak memberhentikan kendaraan sembarangan sebagai bentuk nyata akibat kemacetan yang terjadi.