Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aktivitas Fisik Pada Pasien Beresiko Terjadinya Stroke di UPTD Puskesmas Gurah Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Purnamasari , Vela; Lestari, Nove
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 2 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i2.26050

Abstract

Introduction: Stroke is a disease that disrupts brain function, which if not treated and controlled properly can increase the risk of further complications and even death. Unhealthy lifestyle habits will trigger an increase in blood pressure, blood glucose, hypercholesterolemia so that it can increase the probability of stroke risk. This condition requires pharmacological and non-pharmacological management. Non-pharmacological management by modifying lifestyle, one of which is doing physical activity. The aim is to describe physical activity in patients at risk of stroke at UPTD Puskesmas Gurah, Gurah District, Kediri Regency. Method: Descriptive research design, population of 147 people and research sample of 34 people using purposive sampling technique according to research criteria. The study was conducted in September 2024 using physical activity variables in patients at risk of stroke. The research instrument used the Barthel Index questionnaire, data was measured and analyzed using a percentage formula and interpreted quantitatively. Results: The results of the study obtained 34 respondents which showed that most respondents had independent physical activity, namely 19 respondents (56%), almost half of the respondents had a mild level of dependence, namely 8 respondents (24%) and a small number of respondents had physical activity with moderate dependence, namely 7 respondents (20%). Physical activity in patients at risk of stroke is influenced by marital status, smoking habits, age, living with a nuclear family, previous medical history, physical activity habits, and uncontrolled stroke triggers. Conclusion: Through this study, it is expected that patients and families can also implement non-pharmacological management by controlling trigger factors, patient compliance in controlling stroke trigger factors regularly by managing stress, and doing physical activity regularly.
PENGABDIAN MASYARAKAT PEER GROUP EDUKASI SENAM DIABETES DI POSYANDU LANSIA DESA DARUNGAN KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Lestari, Nove; Purnamasari, Vela; Tanoto, Wahyu
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i2.2179

Abstract

Senam DM merupakan latihan yang dilakukan bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) atau bukan penderita untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah. Dianjurkan bagi penderita DM dengan Gerakan ringan dan cepat, setidaknya dilakukan selama 150 menit setiap minggunya untuk membakar kalori dalam tubuh dan meningkatkan kepekaan insulin. Perawat sebagai salah satu tim kesehatan, selain berperan dalam memberikan edukasi kesehatan juga dapat berperan dalam membimbing penderita DM untuk melakukan senam kaki sampai dengan penderita dapat melakukan senam kaki secara mandiri. Ketidaksanggupan pasien diabetes mellitus dalam melakukan self care dapat mempengaruhi kualitas hidup dari segi kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, hubungan sosial, dan hubungan lingkungan. Self care yang dilakukan pada penderita diabetes mellitus lebih dititik beratkan pada pencegahan komplikasi dan pengontrolan gula darah. Salah satu tindakan self care pada pasien DM adalah olahraga atau latihan fisik. Berolahraga secara teratur dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Dimana salah satu foot exercise untuk pasien diabetes mellitus adalah senam kaki diabetic. Metode pengabdian masyarakat ini adalah observasional Program ini meliputi semua hal-hal yang bersifat teknis, manajerial dan penjadwalan (time schedule Modul manajemen meliputi teknik pendampingan, penanganan dan penyuluhan berkesinambungan. Persiapan sarana dan prasarana pelatihan. Persiapan ini meliputi penyediaan sarana dan prasarana tempat pelatihan dan penyuluhan. Koordinasi lapangan. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa seluruh peserta (100%) memahami tentang Senam diabetes melitus, tujuan dilakukannya senam kaki, mengetahui manfaat senam DM, mengetahui indikasi dan kontraindikasi senam kaki dan antusias, perhatian serta aktif selama kegiatan pelatihan senam DM.
EFEKTIFITAS MODEL SUPPORTIF EDUCATION IMPLEMENTASI DIABETES MELLITUS DILANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS Lestari, Nove
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v5i2.406

Abstract

Lansia dengan diabetes mellitus menyebabkan masalah bagi orang tua dan beban pada keluarga. Sistem bantuan yang diberikan kepada lansia membutuhkan dukungan untuk perawatan diri dengan pembelajaran melalui Sistem Pendukung yang Mendukung dengan model edukatif yang mendukung yang merupakan aktivitas fisik atau olahraga yang sesuai dengan senam diabetes mellitus pada lansia untuk menjaga kebugaran tubuh, menurunkan berat badan, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keefektifan model edukatif suportif terhadap senam diabetes mellitus pada lansia dengan diabetes mellitus di Desa Lansia Posyandu Sumberbendo. Desain penelitian ini menggunakan one-shot case sebagai untuk variabel independen Pendukung Edukatif, sedangkan variabel dependen Diabetes melitus Senam. Populasi penelitian ini sebanyak 20 responden dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling mendapat sampel sebanyak 7 responden. Analisis data menggunakan statistik Chi-Square. Implementasi model edukatif suportif pada pelaksanaan senam diabetes mellitus yang melakukan senam dengan kategori sebanyak 7 responden dengan presentasi 100%. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p (0,008) <a (0,05). Jadi disimpulkan model edukatif suportif yang efektif terhadap senam diabetes mellitus pada lansia yang menderita diabetes mellitus di Desa Lansia Posyandu Sumberbendo. Diharapkan lansia dapat lebih banyak berpartisipasi dalam kegiatan kesehatan, terutama pada penderita diabetes mellitus agar aktif dan kooperatif dalam kegiatan kesehatan yang dilakukan lembaga lain dan dapat memberikan motivasi untuk melakukan senam diabetes mellitus secara teratur pada lansia yang menderita diabetes mellitus dan menerapkanmodel edukatif suportifdi Posyandu Lansia. Sehingga para lansia dapat bertukar pikiran dengan para lansia dalam satu kelompok.
EFEKTIVITAS PEER GROUP EDUCATION TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DESA DARUNGAN KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI lestari, nove
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 3 No 1 (2018): volume 3 Nomor 1 tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.246 KB) | DOI: 10.29407/judika.v3i1.12824

Abstract

Gangguan kesehatan yang paling sering dialami lansia adalah hipertensi, hal ini dapat mempengaruhi penurunan kualitas hidup lansia. Upaya dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dapat melalui Peer Group Education. Peer Group Education adalah proses penyampaian edukasi dan informasi yang disampaikan pada kelompok orang yang merasa memiliki beberapa kesamaan baik dari segi usia, pola pikir, minat atau hal yang lain kepada orang yang mengaku atau mempunyai hal serupa.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh Peer Group Education terhadap kualitas hidup lansia dengan hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan teknik simpel random sampling dengan populasi 24 orang dan sampel 8 orang di Posyandu Lansia Desa Darungan. Alat ukur yang digunakan adalah untuk variabel independen menggunakan SOP (standar operasional pelaksanaan) dan untuk variabel dependen menggunakan kuesioner kualitas hidup. Hasil penelitian tentang pengaruh peer group education terhadap kualitas hidup lansia dengan hipertensi didapatkan 100% sebelum peer group education memiliki kualitas hidup sedang dan setelah dilakukan hampir 50% memiliki kualitas hidup tinggi. Berdasarkan Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui Pengaruh Peer Group Education Terhadap Kualitas Hidup Lansia Dengan Hipertensi didapatkan p-value sebesar 0.047 α=0,05 maka p-value<α sehingga disimpulkan bahwa H1 diterima atau dapat dikatakan Peer Group Education dapat berpengaruh terhadap Kualitas Hidup Lansia Dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Desa Darungan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Diharapkan di setiap Posyandu lansia mampu mengaktifkan kegiatan Peer Group Education sebagai wadah diskusi dan menambah informasi serta untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Kata kunci : Peer Group Education, Kualitas Hidup, Lansia, Hipertensi