Nurnisaa Primadiah
Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literatur Review : Pengaruh Psikoterapi Terhadap Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Paru Nurnisaa Primadiah
Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2570

Abstract

Berkembanganya kehidupan masyarakat serta berubahnya gaya hidup menyebabkan kejadian kanker paru-paru semakin meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini, kanker paru secara klinis telah menjadi tumor ganas dengan insiden cukup tinggi didunia. intervensi kanker paru-paru secara klinis meliputi perawatan bedah, kemoterapi, radioterapi. Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kanker paru dilakukan dengan berbagai intervensi salah satunya Psikoterapi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kulitas hidup pasien serta mengurangi perasaan ketakutan,kecemasan sedih berkepanjangan dan kehilangan kontrol diri sendiri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh psikoterapi terhadap kualitas hidup pasien kanker paru. Metode penelitian menggunakan metode literature review, mengumpulkan data sekunder dari artikel penelitian ilmiah tahun 2013-2023. Database online yang digunakan yaitu Google Scholar, PubMed, Spingerlink, dan Elsevier untuk kata kunci seperti kanker paru-paru, kualitas hidup, terapi fisik, dan intervensi. Artikel-artikel tersebut kemudian dievaluasi dalam hal tujuan dan metode, dan persamaan dan perbedaan antara artikel-artikel tersebut diperiksa. Dari 10 hasil Literatur Review ini, terdapat 10 literatur yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh dari intervensi psikoterpi terhadap kualitas hidup penderita kanker paru, dimana setelah diberi intervensi terdapat peningkatan kualitas hidup di tandai dengan kecemasan menurun, ketakutan menurun dan lebih dapat mengnontrol diri setelah diberi intervensi