Samuel Lengkong
STAK Imanuel Bitung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembaharuan Budi dalam Perspektif Roma 12:2: Upaya Menghadapi Tantangan di Era Digital Samuel Lengkong; Yonggi Sampelan
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v4i1.46

Abstract

Abstract: In the Christian life the Bible teaches followers of Christ, as the Apostle Paul told the Romans, that “do not be conformed to the world” (Romans 12:2). The commandment is a statement to state that the true identity of God's people is not the same or the same as the world, and it is also an anticipation in facing a world that will be able to affect Christian life at that time, even in this digital era. This needs to be researched for the purpose that believers can anticipate and prevent the negative impact on the Christian faith by understanding the implications of mind renewal based on Romans 12:2. This study used qualitative research methods. In this research, the researcher collects as much theory and information as possible from the literature regarding the research topic. Then the results of this study will be described descriptively and systematically. This study found that in the midst of rapid technological advances and reaching all aspects and levels of society, including Christians, mental renewal will enable a person to be able to know the limits of morality and faith in the use of digital technology, and enable a person to avoid crime/the sins of the world, and will not be like this world, and make good use of digital technology in accordance with God's will and purposes.Abstrak: Di dalam kehidupan kekristenan Alkitab mengajarkan kepada para pengikut Kristus, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, bahwa “janganlah menjadi serupa dengan dunia” (Roma 12:2). Perintah tersebut merupakan sebuah pernyataan untuk menyatakan identitas umat Tuhan yang sebenarnya adalah tidak serupa atau sama dengan dunia, dan hal itu juga merupakan sebagai antisipasi di dalam menghadapi dunia yang akan dapat memengaruhi kehidupan kekristenan pada zaman tersebut, bahkan di era digital ini. Hal ini perlu diteliti untuk tujuan agar orang-orang percaya dapat mengantisipasi dan mencegah dampak buruk terhadap iman kristen dengan cara memahami implikasi pembaharuan budi berdasarkan Roma 12:2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Di dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan sebanyak-banyaknya teori dan informasi dari berbagai literatur yang menyangkut dengan topik penelitian ini. Kemudian hasil penelitian ini akan diuraikan secara deskriptif dan sistematis. Penelitian ini mennemukan bahwa ditengah kemajuan teknologi yang pesat dan merambah ke seluruh aspek dan lapisan masyarakat, termasuk orang-orang Kristen, maka pembaharuan budi akan memampukan seseorang untuk dapat mengetahui batas moralitas dan iman dalam penggunaan teknologi digital, dan memampukan seseorang untuk dapat terhindar dari kejahatan/dosa dunia, dan tidak akan menjadi serupa dengan dunia ini, serta memanfaatkan teknologi digital dengan baik sesuai dengan kehendak dan tujuan Allah.
Penderitaan Yesus di dalam Matius 27:46 dan Relasinya dengan Allah Samuel Lengkong
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v4i2.63

Abstract

Abstract: When looking at the history of the teachings or understanding of Jesus or what is called christology, there are debates that occur because of the controversial understanding of the doctrine of Christ. The views of Docetism and Adoptionism both maintain on one side of Jesus himself, namely Docetism understands and defends the divinity of Jesus, while Adoptionism is more likely to understand and defend the humanity of Jesus. The aim of this research is to develop research that analyzes Jesus' humanity and His unity with God in suffering based on Matthew 27:46. The research method used by the researcher is library research. The result is that the Word is "God Himself". The Word comes from or comes from God. The Word is God's "rib and flesh," that is, the part of God that is separate but One, of the same nature as God, and becomes a Helper for God. Even though they are two, they are still One. Unity that remains connected, two but one and one but two.Abstrak: Ketika melihat sejarah mengenai ajaran-ajaran atau pemahaman tentang Yesus atau yang disebut dengan kristologi, ada perdebatan-perdebatan yang terjadi karena kontroversial pemahaman mengenai ajaran tentang Kristus. Pandangan Doketisme dan Adopsionisme sama-sama mempertahankan pada satu sisi dari diri-Nya Yesus, yakni Doketisme memahami dan mempertahankan mengenai keilahian Yesus, sedangkan Adopsionisme lebih cenderung memahami dan mempertahankan mengenai kemanusiaan Yesus. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan penelitian yang menganalisis mengenai kemanusian Yesus dan kesatuan-Nya dengan Allah dalam penderitaan berdasarkan Matius 27:46. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kepustakaan. Hasil yang didapatkan adalah Firman itu adalah “Diri Allah”. Firman itu berasal atau keluar dari Allah. Firman itu merupakan “Tulang rusuk dan Daging” Allah, yakni bagian diri Allah yang menjadi terpisah namun Satu, sama hakikat dengan Allah, dan menjadi Penolong bagi Allah. Walaupun menjadi dua, namun tetaplah Satu. Kesatuan yang tetap terhubung, dua tetapi satu dan satu tetapi dua