Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penentuan Kadar Antioksidan tertiary butyl Hydroquinone pada Minyak Goreng Curah dengan Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi lisna gianti
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 1 (2023): Bulan Juli 2023 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v1i2.1964

Abstract

Latar belakang: TBHQ adalah antioksidan sintetis, yaitu digunakan untuk menstabilkan  makanan yang mengandung lemak dan minyak nabati. Pemakaian antioksidan sintetik masih diperbolehkan sepanjang pemakaiannya sesuai dengan dosis yang diperbolehkan. Jika digunakan melebihi dari batas maksimum penggunaan antioksidan sintetik memiliki efek toksik yaitu kerusakan hati dan kanker.Tujuan: penelitian ini adalah untuk menentukan kadar TBHQ pada minyak kelapa sawit. Metode: Teknik sampling yang digunakan secara acak di pasar sekitar bandung dengan 3 waktu pengambilan yang berbeda. Sampel yang di uji sebanyak 6 minyak goreng di toko yang berbeda. Selanjutnya untuk pengujian menggunkan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dengan detektor UV pada panjang gelombang 280 nm. TBHQ diekstraksi dengan menggunakan etil asetat dan air suling. Kondisi KCKT yang digunakan yaitu fase diam kolom C-18, fase gerak methanol : asetonitril : asam asetat 1% (70: 10: 20) dan laju alir 1 menit/ml. Uji linieritas menghasilkan koefisien korelasi 0,996. Hasil : Hasil uji perolehan kembali berdasarkan metode penambahan standar sebesar 16-75%. Simpangan baku relatife pada uji presisi sebesar 17,36%. Batas deteksi dan batas kuantitasi sebesar 0,3465 ppm dan 1,155 ppm. Hasil uji dari 6 sampel minyak yang berasal dari pasar sekitar Bandung menghasilkan bahwa sampel ke 1, 2, 3 dan 6 tidak terdeteksi mengandung TBHQ sedangkan sampel 4 dan 5 terdeteksi mengandung TBHQ sebesar 1,168 ppm dan 0,36 ppm. Kesimpulan dan saran: minyak curah tersebut aman untuk dikonsumsi karena tidak melebih batas maksimum dan saran penelitian perlu pembaharuan metode.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Penggunaan Obat Cacing Pada Anak Kurniasih, Dea Anita Ariani; Kurniasari, Icha Putri Ayu; Gianti, Lisna
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 1 (2023): Bulan Juli 2023 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v1i2.1966

Abstract

Latar belakang : Cacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh  parasit usus  yang tersebar meluas di Indonesia. Cacingan dikatakan jarang menyebabkan kematian, namun dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas penderitanya dengan menurunkan status gizi. Efeknya lambat dan biasanya tanpa gejala, itulah sebabnya penyakit ini diabaikan di antara penyakit lainnya. Risiko ini semakin diperumit oleh fakta bahwa anak-anak dan orang tua/wali, terutama ibu, tidak mengetahui pencegahan cacingan. Menciptakan kesadaran di antara anak-anak dan orang tua dapat membantu melawan penyakit ini. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat cacing pada anak. Metode: Studi deskriptif kuantitatif metode survei potong lintang (cross sectional) dengan menggunakan kuesioner lewat google form dengan cara pengambilan sampel seluruhnya (total sampling), melibatkan 52 responden di salah satu Posyandu Kota Bandung. Hasil: Tingkat pengetahuan Ibu terhadap penggunaan obat cacing sebesar 59,6% memiliki tingkat pengetahuan baik,  34,6% memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 5,8% memiliki tingkat pengetahuan kurang. Simpulan dan saran: Penyakit cacingan pada anak dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu. Diperlukan konsumsi obat cacing secara teratur dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan edukasi kesehatan diberikan bagi ibu yang datang ke Posyandu.
Studi Molecular Docking Aktivitas Anti Alopecia pada Senyawa yang Terkandung dalam Daun Dadap Serep (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merrill) lisna gianti
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Bulan November 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i2.3997

Abstract

Latar belakang: Tanaman dadap serep (Erythrina subumbrans) dilaporkan mengandung senyawa- senyawa pterocarpans, flavanon, isoflavon, triterpen dan steroid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antiplasmodial, antimikobakteri dan sitotoksik. Namun belum pernah dilaporkan senyawa kimia yang berkhasiat sebagai anti alopecia.Tujuan: penelitian ini adalah untuk menentukan senyawa yang paling berpotensi sebagai antialopesia pada tanaman dadap serep (Erythrina subumbrans). Metode: penelitian ini menggunakan metode molecular docking. Pengujian dilakukan terhadap dua belas senyawa uji. Senyawa pembanding yang digunakan adalah minoxidil serta reseptor yang digunakan adalah Janus kinase 2 (JAK 2) dengan kode 3E64. Hasil: Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Erythrabyssin II yang merupakan senyawa yang berpotensi sebagai anti alopecia dengan bobot molekul 396,5 g/mol dan rumus molekul C25H28O4. Senyawa tersebut memiliki nilai Energi bebas gibbs (ΔG) sebesar -9,6; konstanta inhibisi (KI) sebesar 0,090 µM serta residu asam amino yaitu LEU983, LEU932, LEU855, VAL863, ALA880 dan ASP994. Kesimpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun dadap serep dapat dijadikan kandidat obat alami anti alopecia, serta perlu dilakukan pengujian secara klinik untuk mengetahui efek farmakologi bagi kesehatan.
PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA METABOLIT SEKUNDER BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA Gianti, Lisna
Jurnal Sabdariffarma: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2024): SABDARIFFARMA
Publisher : Prodi Farmasi - Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/jsfar.v12i2.1428

Abstract

Latar belakang: Penemuan senyawa baru dari sumber alami untuk pengobatan] kanker payudara sangat penting bagi pengembangan makanan fungsional dan industri farmasi. Sumber daya alam dengan aktivitas potensial melawan kanker payudara adalah bawang dayak, Eleutherine bulbosa tetapi identitas konstituen aktifnya dan mekanisme kerjanya masih belum dieksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada farmakoinformatika aktivitas dan profil metabolite.Tujuan: penelitian ini adalah untuk menentukan senyawa yang paling berpotensi sebagai anti kanker payudara pada tanaman bawang dayak (Eleutherine bulbosa). Metode: penelitian ini menggunakan metode molecular docking. Pengujian dilakukan terhadap lima belas senyawa uji dan senyawa pembanding yang digunakan adalah native ligan (genistein) serta reseptor yang digunakan adalah reseptor estrogen-β dengan kode 1QKM. Hasil: Hasil molecular docking menunjukkan bahwa senyawa 3,6,8-trihydroxy-1- methylanthraquinone dengan Energi Bebas Gibbs (ΔG) -9.21 kkal/mol, nilai Ki 0.176 µM, RMSD 1.16 dan Ikatan hidrogen yang terbentuk LEU A:298, GLU A:305, HIS A:475. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bawang dayak (Eleutherine bulbosa) dapat dijadikan kandidat obat alami untuk anti kanker payudara. Saran: perlu dilakukan pengujian lebih lanjut terkait absorpsi dan mutagenik senyawa tersebut karena mempengaruhi efektivitas dan keamanan bagi kesehatan. Kata Kunci: kanker payudara, penambatan molekul, bawang dayak
Penguatan Ekonomi Produktif dan Literasi Digital Masyarakat melalui KKN Berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) di Desa Cimekar Kresna Lutfiansyah; Annisa Aulia; Syafira Aulia; Sandi Irawan; Ade Hilman; Salma Nurzakia; Khaterine Febriani; Ananda Salsabila; Indra Permana; Lisna Gianti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13578

Abstract

Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, memiliki aset ekonomi produktif berupa UMKM sablon, keripik pisang, gagang pacul, dan konveksi. Namun, pemanfaatan aset tersebut masih menghadapi keterbatasan pemasaran digital, khususnya pada UMKM Sablon Badjoe yang sebelumnya mengandalkan relasi pelanggan dan promosi dari mulut ke mulut. Kerentanan juga muncul pada aspek sosial digital, yaitu kebutuhan masyarakat untuk memperkuat kemampuan menyaring informasi, melindungi data pribadi, mengelola penggunaan gawai, serta mengenali risiko transaksi digital eksploitatif. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekonomi produktif dan ketahanan sosial digital masyarakat melalui KKN berbasis Asset-Based Community Development (ABCD). Metode dilaksanakan dengan pendekatan Living Lab melalui tahapan pemetaan aset kolektif, koordinasi dan ko-desain program bersama masyarakat, pendampingan, refleksi, serta evaluasi awal. Implementasi mencakup kunjungan dan pendampingan UMKM, optimalisasi Instagram, pembuatan website katalog Sablon Badjoe, serta program literasi digital “Saring Sebelum Sharing” yang terintegrasi dengan kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat. Capaian intervensi berupa tersedianya kanal promosi digital dan website katalog sebagai media informasi serta pemesanan awal bagi UMKM mitra, disertai penguatan materi keamanan data, verifikasi informasi, pengasuhan digital, dan kewaspadaan terhadap desain antarmuka manipulatif. Hasil masih berupa luaran awal dan belum digunakan untuk mengklaim peningkatan pendapatan atau literasi secara statistik. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada pembentukan Program Desa Cimekar Tangguh Digital dan Produktif melalui Pojok UMKM Digital, Kelas Keluarga Tangguh Digital, dan pemantauan indikator agregat berbasis desa sebagai embrio actionable policy brief bagi Komdigi.