Muhammad Yusuf
Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Dakwah Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Yusuf
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol 1 No 01 (2022): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/arkana.v1i01.2893

Abstract

Fenomena dakwah banyak menyita perhatian para peneliti atau akademisi untuk diteliti. Tanpa terkecuali fenomena gerakan yang dilakukan oleh PMII Cabang Wonosobo sebagai representasi intelektual muda NU. PMII Cabang Wonosobo yang menganut asas Pancasila dan haluan ahulusunnah wal jama’ah serta pemahaman Islam yang inklusif, sikap kritis dan tindakan moderat menunjukan corak berbeda dengan organisasi kemahasiswaan yang lain dalam pemikiran maupun tindakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan objek penelitian yaitu tindakan-tindakan yang dilakukan oleh PMII Cabang Wonosobo. Pengumpulan data dilakukan dengan natural setting (kondisi alamiah), sumber data primer dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta (participan observation) dan wawancara mendalam (in depth interview). Metode analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis atas sumber-sumber data atau informasi dari partisipan. Kemudian pola deduktif digunakan untuk menjelaskan data dari pengetahuan umum menuju fakta-fakta khusus pada tindakan yang dilakukan PMII Cabang Wonosobo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan makna, motivasi dan menemukan model dakwah atas tindakan yang dilakukan oleh PMII Cabang Wonosobo. Temuan penelitian ini adalah pertama, sistem kaderisasi yang dibangun oleh PMII menjadi gerakan dakwah untuk membawa kader pada pemahaman Islam yang moderat, toleran, adil dan seimbang. Kedua, tradisi Islam yang dilakukan oleh PMII Cabang Wonosobo menjadi model dakwah yang menginspirasi kader untuk memahami hubungan yang korporatif antara Islam dan budaya. Ketiga, demonstrasi yang dilakukan PMII Cabang Wonosobo merupakan gerakan dakwah yang mengajak kepada penguasa atau pejabat pemerintah untuk bersikap adil dan berpihak pada kepentingan rakyat sesuai ajaran agama Islam.
Tradisi Baritan Masyarakat Muslim Pedesaan Wonosobo: Dialektika Komunitas-Struktur Perspektif Victor Turner Muhammad Yusuf; Sri Rahayu; Muhammad Amin
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v2i2.597

Abstract

This paper aimed to reveal the meaning and relationship of community-structure dialectics through the Baritan tradition carried out by Muslim communities in Jojogan Village, Parikesit Village, Patak Banteng Village, Wonosobo Regency. The participants in this research are Muslim communities in Jojogan Village, Patak Banteng Village, and Parikesit Village who carry out the Baritan tradition. Participants in the community were classified into ordinary people, community leaders, religious leaders, and village officials. The data collection technique was carried out by collecting research data obtained through interviews and observation methods. The results showed that in the tradition there are symbols that build egalitarian social relations where individuals merge and release their social status and these symbols have meanings that are understood together. The symbols and meanings can be seen in the activities of cleaning springs, praying together, and alms which are a series of Baritan tradition ceremonies. Second, the Baritan tradition is a form of community resistance to the life of the general public that creates a hierarchical structure or relationship in social life which is considered to eliminate or threaten the way of life that is in accordance with local values.
Korean Drama Influence on Communication Styles of Female Students at Nawwir Qulubana Islamic Boarding School Sam'ani, yatimah, Melinda nur khasanah; Muhammad Yusuf
Journal of Communication Studies Vol. 5 No. 2 (2025): JCS: Journal of Communication Studies
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcs.v5i2.8571

Abstract

This research investigates shifts in communication styles among female students at Pondok Pesantren Nawwir Qulubana Wonosobo, driven by Korean dramas. The rising appeal of K-Dramas in Indonesia highlights a clash between pesantren principles of modesty and politeness and the emotive Korean ways of speaking. Employing a qualitative phenomenological method, the study delves into how these students balance Korean pop culture with pesantren traditions. Findings reveal that female students incorporate Korean terms like "omo," "ne," "eonni," and "gomawo" into everyday talk via reflective "Me" and impulsive "I" aspects. Yet, they uphold pesantren standards by thoughtfully adapting culture, mentally filtering Korean elements for suitable contexts. Such expressions are used only in casual settings, not formal ones. The pesantren's shared living space accelerates the adoption of Korean language. Ultimately, Korean media doesn't supplant pesantren values but acts as a means of personal expression, safeguarding Islamic identity and pesantren customs