Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup selama menstruasi. Prevalensi dismenore mencapai 64,25%, yang terdiri atas 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri menstruasi adalah mengonsumsi air kelapa hijau (Cocos nucifera Linn var. viridis) yang mengandung elektrolit, magnesium, kalsium, dan vitamin C sehingga dapat membantu meredakan kontraksi otot serta proses inflamasi penyebab nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 siswi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 18 Juni sampai 7 Juli 2025 menggunakan lembar observasi. Intervensi diberikan secara door to door sebanyak dua kali pada setiap responden, sedangkan evaluasi dilakukan pada menit ke-15, 30, dan 60 setelah pemberian intervensi pada hari pertama dan kedua menstruasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 1,000 pada menit ke-15 yang berarti tidak terdapat perbedaan nyeri menstruasi sebelum dan sesudah intervensi. Namun, pada menit ke-30 dan 60 terdapat penurunan nyeri menstruasi yang signifikan baik pada hari pertama maupun kedua dengan nilai p-value sebesar 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa air kelapa hijau berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri menstruasi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis yang mudah, aman, dan terjangkau dalam mengatasi dismenore pada remaja putri.