Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Materi Gaya di sekitar melaluı Model Problem Based Learning (PBL) pada Peserta Didik Kelas IV SDN Keboharan Rara Atmaranti; M. Sukron Djazilan; Tri Retnawati; Anita Mega Arisandy
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi gaya di sekitar kita kelas IV di SD Negeri Keboharan melalui penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL).Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus tindakan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan memberikan berbagai permasalahan pada kelompok. Rekapitulasi hasil belajar peserta didik pada setiap siklus menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peningkatan hasil belajar peserta didik pada setiap siklus menjadi bukti keberhasilan penerapan model pembelajaran PBL dalam pembelajaran. Selain itu, keaktifan peserta didik juga meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I, rata-rata keseluruhan hasil belajar adalah 60%, yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II dengan materi dan permasalahan yang berbeda. Pada siklus II, presentase hasil belajar meningkat sebanyak 28% dan rata-rata keseluruhan adalah 88%. Berdasarkan kriteria ketuntasan, presentase hasil belajar telah mencapai ≥ 85%, sehingga pembelajaran IPA materi gaya di sekitar kita melalui model PBL dianggap berhasil. Oleh karena itu, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diakhiri pada siklus II.
Pembebasan Pendidikan yang Membelenggu pada Pendidikan Abad 21 Rara Atmaranti
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hayat karena pendidikan itu sendiri dapat dilaksanakan kapan dan dimana saja tanpa ada batasan apapun.Pendidikan itu sendiri dijadikan sebagai kunci utama dalam membangun pondasi sebuah bangsa. Pendidikan dapat digunakan sebagai tempat seseorang untuk dapat mengerti, memahami, lebih dewasa, serta mampu berpikir secara kritis untuk menghadapi segala persoalan dalam kehidupannya. Namun dalam praktiknya masih ada pendidikan yang membelenggu, dimana peserta didik hanya dijadikan objek dan dianggap tidak memiliki pengetahuan serta tanpa adanya kebebasan dalam belajar. Pendidikan yang membelenggu juga dicirikan dengan kurangnya kesadaran guru dalam menghargai kebebasan peserta didik, menanamkan kesadaran yang salah sehingga mengakibatkan peserta didik hanya mengikuti alur kehidupan begitu saja. Pada pendidikan abad 21 menawarkan solusi pembebasan dari pendidikan yang membelenggu salah satunya dengan pendidikan membebaskan yang kini dirancang dalam program merdeka belajar. Pendidikan pembebasan ini memiliki peranan yang hampir sama dengan merdeka belajar yang dikemas secara bebas dan merdeka untuk menyesuaikan diri di tengah era globalisasi yang ditandai dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.