Amiruddin Amiruddin
Jurusan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Perilaku Seksual Pria Pralansia (male climacterium) Pada Etnik Tolaki Perkotaan dan Pedesaan Amiruddin Amiruddin
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1369

Abstract

Proses penuaan umumnya terlihat jelas pada saat memasuki usia 40 tahun, khususnya pada pria mulai menampakkan kemunduran perilaku seksual dalam hal sifat dan kemampuan fisik (aktivitas seksual dan frekuensi hubungan seksual mulai menurun). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan pengaruh aktivitas fisik, pola makan dan status kesehatan dengan perilaku seksual pria pralansia pada etnik Tolaki perkotaan dan pedesaan. Jenis penelitian ini yaitu Observasional Cross-Sectional Analityc. Populasi penelitian ini adalah pria pralansia yang berumur 45-59 tahun dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling, diperoleh jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan kriteria berstatus kawin, tidak terindikasi obesitas, hipertensi dan diabetes mellitus. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan perilaku seksual pria pralansia yang signifikan antara etnik Tolaki perkotaan dan pedesaan, hanya aktivitas fisik berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pria pra lansia di perkotaan, namun di pedesaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pria pralansia. Selanjutnya hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan perilaku seksual pria pralansia antara etnik Tolaki perkotaan dan pedesaan (p < 0.05). Hanya aktivitas fisik berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pria pralansia pada etnik tolaki perkotaan, namun pada etnik Tolaki pedesaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pria pralansia (p < 0.05).