Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konstruksi Kekuasaan Teks Dalam Pemberitaan Rubrik Pendidikan Media Online Fajar.Co.Id Muhammad Ikbal Ikbal; Johar Amir; Syamsudduha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2735

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan berfokus kepada konstruksi kekuasaan yang terdapat pada berita rubrik pendidikan media online Fajar.co.id. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan konstruksi kekuasaan teks pemberitaan media online Fajar.co.id berdasarkan analisi nilai ekperensial melalui fitur kosakata dengan menggunakan teori Norman Fairclough. Sumber data dalam penelitian ini adalah adalah teks berita yang diambil dari rubrik pendidikan di media online Fajar.co.id. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, baca-simak, dan pencatatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pemberitaan media online Fajar.co.id berdasarkan analisi nilai ekperensial melalui fitur kosakata mengarah pada bentuk kekuasaan. Pada fitur kata-kata ideologis yang diperjuangkan ditandai dengan adanya kosakata guru, timur, sisdiknas, pelaku, penghargaan, unila dan sekolah. Pada fitur pola klasisikasi yang tergambar dalam teks terbagi dua bagian (1) modus perintah ditandai dengan kosakata mensyukuri, sebaiknya, lebih tegas, harus sesuasi, lebih tegas, dan tolong konfirmasi (2) modus larangan.ditandai dengan penggunaan kosakata jangan membuka, padahal, berharap, jangan memaksa, tidak ikut, dan jangan membuka semuanya yang digunakan dalam pemberitaan. Proses leksikalisasi terbagi dua bagian (1) kelebihan leksikalisasi ditandai dengan kosakata insan pendidikan dan guru dan tenaga pendidik, kelainan seksual dan tertarik melakukan hubungan badan dengan laki-laki, ideologis dan filosofis. (2) kekurangan leksikalisasi ditandai dengan kosakata gitu ya, itu ada, dipaksa-paksa begitu. Relasi makna ideologis terbagi dua (1) makna antonimi dapat ditandai dengan penggunaan kosakata mengefektifkan dan mengefisienkan, massif dan intensif, ringan dan mudah dipahami (2) makna sinonimi dapat ditandai dengan penggunaan kosakata korban dan pelaku, bujuk rayu dan mengancam, perkotaan dan pelosok
Representasi Kearifan Lokal Dalam Pappaseng Bugis Dan Kontribusinya Terhadap Profil Pelajar Pancasila Amildayani; Andi Agussalim Aj; Syamsudduha
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kearifan lokal dalam pappaseng Bugis serta kontribusinya terhadap Profil Pelajar Pancasila (P5) di MTsN 1 Bone. Data penelitian terdiri atas representasi kearifan lokal yang berwujud ungkapan atau peribahasa dalam teks pappaseng Bugis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, baca-simak, wawancara, pencatatan, dan pengamatan. Analisis data menggunakan metode analisis isi yang mencakup tahap identifikasi, klasifikasi, analisis, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi kearifan lokal dalam pappaseng Bugis mencakup sepuluh aspek utama. Pertama, kearifan lokal terkait ketuhanan, seperti mappésona ri déwata séuwaé (Ketuhanan). Kedua, penghormatan terhadap tanda-tanda alam. Ketiga, kearifan lokal dalam lingkungan hidup/pertanian melalui pemahaman peredaran waktu. Keempat, nilai pendidikan yang menekankan kecendekiaan dan kepandaian. Kelima, nilai pada upacara perkawinan dan kelahiran, seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kesabaran. Keenam, kearifan lokal dalam makanan, yang menekankan kesederhanaan dan ketabahan. Ketujuh, siklus kehidupan manusia dan watak, meliputi kejujuran, saling menghargai, siri (malu), kekeluargaan, tata krama, kerja keras, ketegasan, kesabaran, keberanian, serta konsistensi antara kata dan perbuatan. Kedelapan, nilai kesehatan berupa kebersihan lahir batin. Kesembilan, nilai pekerjaan berupa ketelitian. Kesepuluh, nilai perdagangan, seperti kejujuran, kemampuan bergaul, dan kecakapan. Temuan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal pappaseng Bugis berkontribusi positif terhadap penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya dalam aspek beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, bergotong royong, serta memiliki semangat kebinekaan global. Dengan demikian, pappaseng Bugis berperan penting sebagai sumber pendidikan karakter yang relevan dengan tuntutan kurikulum modern.
Pengaruh Motivasi Membaca terhadap Kemampuan Literasi Membaca Siswa Sekolah Menengah Atas Johar Amir; Ambo Dalle; Syamsudduha
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2600

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh motivasi membaca terhadap kemampuan literasi membaca siswa kelas XI SMA Negeri se-Kotamadya Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 5 Makassar, SMA Negeri 21 Makassar, dan SMA Negeri 17 Makassar. Sampel penelitian ini yakni, 36 siswa dari SMA Negeri 5 Makassar, 36 siswa dari SMA Negeri 21 Makassar, dan 36 Siswa dari SMA Negeri 17 Makassar. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu motivasi membaca. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu kemampuan literasi membaca siswa di SMA Negeri 5 Makassar, SMA Negeri 21 Makassar, dan SMA Negeri 17 Makassar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan dua macam statistik yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini yakni motivasi membaca memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi membaca siswa di SMA Negeri 5 Makassar, SMA Negeri 21 Makassar, dan SMA Negeri 17 Makassar.