Abstrack Cinta memberikan keindahan dan juga kepedihan ibarat dua mata pisau. Dalam konteks filosofis cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, cinta kasih, belas kasih, dan juga kasih sayang. Lalu apa itu cinta? Dengan apa dan bagaimana kita mengetahui itu cinta? Apa arti sesungguhnya cinta itu? Biasanya cinta didahului dengan rasa ketertarikan dan kekaguman, baik itu karena sifat, fisik,kemampuan atau materi, tetapi apakah itu sudah bisa dikatakan cinta yang sebenarnya? Kata cinta keluar dari semua kata manusia, dari tingkah laku, keadaan, perasaan bahkan suatu kisah yang terjadi. Tidak asing lagi dengan kisah atau legenda-legenda yang menggambarkan cinta, seperti kisah Romeo dan Juliet di Barat, Qais dan Laila di Timur, Galuh dan Ratna di Indonesia, Roro Mendut dan Pronocitro di pulau Jawa, bahkan ada dalam kisah radha krishna mencerminkan bahwa cinta bukanlah perkara parsial seorang anggota bangsa, tetapi perkara universal yang selalu dirasa oleh individu setiap benua. Dari gambaran sederhana bukti atau kenyataan yang terjadi Erich Fromm dan Mahatma Gandhi memiliki pandangan mengenai apa dan bagaimana cinta itu? Berasal dari lapangan yang berbeda tetapi dipertemukan dalam satu hal yang berkesinambungan yaitu tentang cinta. Erich Fromm berpandangan cinta itu selayaknya seni , bagaimana cara mencintai atau seni mencintai dan Mahatma Gandhi berpandangan bahwa cinta itu anti akan kekerasan,siksaan dan rasa sakit yang ditimbulkan. Dari kedua pandangan tokoh filsuf ini kita akan tau lebih apa itu cinta dan terhindar dari kegagalan cinta. Keywords: Filsafat, Cinta, Mahatma Gandhi, Erich Fromm.