Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Sinusitis di Dusun VII Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Katini Katini; Ade Irma Triana Siregar
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34008/jurhesti.v7i2.291

Abstract

Sinusitis is a disease that occurs in the sinus area. The sinuses are air cavities that are in the area of the face connected to the nose. The function of the sinus cavity itself is to keep the nose moist and maintain air exchange in the nasal area. The research design used in this study is descriptive quantitative in nature aiming to determine the mother's level of knowledge about sinusitis. Sampling was carried out using "purposive sampling", which is a sampling technique based on certain considerations made by the researchers themselves, based on previously known characteristics or characteristics of the population. So that the sample in this study amounted to 60 respondents. And the samples taken are samples that have criteria, namely mothers who have children, mothers aged 27-40 years and mothers who are willing to be respondents. From the research results it is known that based on age, knowledge is generally sufficient, this is because respondents received counseling from health workers by 40 (80%), while 20 people (20%) were not good. In this case, people who experience or suffer from this disease will understand more about sinusitis. Based on education that 26 people (43.3%) have good knowledge, 29 people (48.33%) have sufficient knowledge and 5 people have less knowledge (8.33%). Based on work, it is known that there are 6 mothers (10%) who have good knowledge, 19 people (31.66%) have sufficient knowledge and 35 people (58.3%) lack knowledge. Based on information sources, there are 9 mothers who have good knowledge (15.00). %), enough for 17 people (28.33%) and less for 34 people (56.67%). Mother's level of knowledge about sinusitis in Dusun VII Sei Mencirim Village, Kutalimbaru District as a whole, there were 43 respondents who had sufficient knowledge (71.67%) and who had less knowledge, there were 17 people (28.33%). This is because health workers do not conduct counseling in every family and they are reluctant to work directly in the community.
PENGABDIAN MASYARAKAT PENYULUHAN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM KELUARGA DI KELURAHAN PUJIDADI BINJAI Katini; Haliza; Heri Afrizal
Pengabdian Deli Sumatera Vol 2 No 2 (2023): Artikel Riset Pengabdian vol. 2 no. 2 Juli 2023
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah tangga untuk berprilaku Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku Hidup Bersih dan 10 Sehat (PHBS) dirumah tangga di arahkan untuk memberdayakan setiap keluarga atau anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang ada, serta berperan aktif mewujudkan kesehatan masyarakatnya dan mengembangkan upaya kesehatan dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat. Solusi Yang Ditawarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah suatu proses perubahan pada diri seseorang yang dihubungkan dengan pencapaian tujuan kesehatan individu, dan masyarakat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tidak dapat diberikan kepada seseorang oleh orang lain, bukan seperangkat prosedur yang harus dilaksanakan atau suatu produk yang harus dicapai, tetapi sesungguhnya merupakan suatu proses perkembangan yang berubah secara dinamis, yang didalamnya seseorang menerima atau menolak informasi, sikap, maupun praktek baru, yang berhubungan dengan tujuan hidup sehat. Penyuluhan dan praktik PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) guna mewujudkan masyarakat desa peduli sehat sudah terlaksana dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini. Program semacam ini sangat penting dilakukan terutama pada masyarakat pedesaan untuk menyadarkan pentingnya mengupayakan Perilaku Hidup Bersih sehat. Harapannya, penyuluhan dan contoh praktik yang disosialisasikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari masyarakat secara kontinyu. Keywords: Penyuluhan, PHBS, Keluarga