Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINJAUAN YURIDIS ABORSI AKIBAT PEMERKOSAAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HAK ASASI MANUSIA Adila Bella Nagary
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i3.158

Abstract

Aborsi akibat pemerkosaan adalah masalah sosial yang semakin umum di masyarakat. Tidak jarang di Indonesia, aborsi dilakukan karena harga diri dan malu, bukan karena usia atau kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data mengenai hukum yang mengatur aborsi akibat perkosaan yang tertuang dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Tinjauan Hukum terhadap Aborsi Akibat Perkosaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan masyarakat Indonesia mengenai hukum positif dan hak asasi manusia dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa aborsi tidak dapat dilakukan secara sembarangan, harus memiliki tujuan dan memenuhi semua standar hukum agar dapat dibenarkan. Ketentuan tersebut dapat dilanggar dengan konsekuensi pidana. Hak asasi manusia untuk hidup, mempertahankan hidup, dan meningkatkan taraf kehidupannya tercantum dalam Pasal 9 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Ayat 1, dengan mempertimbangkan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Karena kehamilan akibat perkosaan dapat mengakibatkan tekanan psikologis bagi korban, Pasal 75, khususnya ayat 2, memperbolehkan aborsi bagi korban perkosaan.