Benturan yang terjadi antara pemilik ritel tradisional dan ritel modern telah sering didengar. Pada era digital saat ini dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi, ritel tradisional perlu menentukan keunggulan kompetitif mereka untuk dapat tetap bertahan dalam pasar. Salah satu cara adalah ritel tradisional perlu merumuskan keunggulan kompetitif dengan kriteria pemilihan pemasok. Pemilihan pemasok bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemasok agar terhindar dari risiko dan meningkatkan kerjasama serta mendapatkan keuntungan yang maksimal. Memilih pemasok yang tepat memainkan peran kunci dalam bisnis karena dapat mengurangi harga satuan dan meningkatkan daya saing harga. Pada penelitian ini, kriteria pemilihan pemasok yang diteliti adalah Kualitas, Kuantitas, Pengiriman dan Biaya. Lokasi penelitian ini terbatas pada Desa Cimanggis, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental menggunakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif Best-worst method dan analisis regresi linear berganda yang dilakukan dengan mengumpulkan data-data numerik dalam menjawab pertanyaan penelitian. Terdapat perbedaan hasil dari analisis data dengan Best-worst method dan analisis regresi linear berganda. Pada analisis best-worst method kriteria C1 (Kualitas) dan kriteria C3 (Biaya) sebagai kriteria terbaik, sementara itu kriteria C2 (Kuantitas) dan C4 (Pengiriman) bergantian dipilih menjadi kriteria terburuk dalam menjadi pertimbangan memilih pemasok pada toko retail tradisional di lokasi penelitian. Pada kriteria terbaik yang paling banyak dipilih partisipan dilihat menarik bagi penulis karena para partisipan atau pemilik toko ritel tradisional menginginkan kualitas yang terbaik namun juga dengan pertimbangan biaya karena kondisi yang terbentur oleh masalah modal yang terbatas, sebaliknya kriteria kuantitas dan pengiriman merupakan kriteria yang dianggap paling buruk karena kebanyakan partisipan melakukan pembelian barang ke pasar atau toko grosir sekitar sehingga tidak membutuhkan jasa pengantaran dan tidak memperhatikan kuantitas yang dibeli karena pembelian harus mengikuti ketentuan minimal kuantitas pembelian dari pemilik toko grosir. Pada analisis regresi linear berganda kriteria C2 (Kuantitas) dan C3 (Biaya) merupakan kriteria yang berpengaruh terhadap keuntungan sedangkan kriteria C1 (Kualitas) dan C4 (Pengiriman) tidak berpengaruh signifikan terhadap keuntungan.