Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kualitas Pelayanan Publik pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bulungan Syaini Syaini*; Masruri Masruri
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26085

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum sebagai Badan Usaha Milik Daerah memiliki tujuan untuk kemakmuran rakyatnya yang diaplikasikan ke dalam pelayanan bagi masyarakat secara luas berkaitan dengan kegiatan perusahaan daerah yang diberi tanggungjawab untuk mengembangkan dan mengelola  sistem  penyediaan air bersih. Sebagai instansi pemerintahan bergerak dibidang  pelayanan air bersih dan air minum diharapkan mampu memberikan kualitas pelayanan terbaik kepada masyarakat/pelanggan. Berdasarkan hal tersebut, kajian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan publik Perusahaan Daerah Air Minum Tanjung Selor dan upaya apa saja yang telah dilakukan untuk  meningkatkan pelayanan pada pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah orang  yang berkompeten memberikan informasi atau data akurat dan akuntabel berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Key-person dalam penelitian adalah Kepala PDAM, sedangkan informan pendukung terdiri dari para pelanggan. Penentuan subyek informan didasarkan pada pendekatan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka dengan Analisis data menggunakan model analisis interaktif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian kualitas pelayanan publik pada kantor PDAM Tanjung selor sudah cukup baik, namun untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi, maka harus dilakukan pembenahan-pembenahan demi tercapainya pelayanan yang lebih baik lagi kedepannya. Adapun strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan yaitu dengan memberikan kepuasan terhadap pelanggan dengan penyediaan air bersih dengan harga atau tarif yang terjangkau sesuai dengan kualitas air yang didistribusikan kepada para pelanggan. Sebagai saran hendaknya keluhan dari para pelanggan/masyarakat dijadikan bahan evaluasi bagi kemajuan PDAM  Tanjung Selor.
ANALISIS BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) USAHA BERSAMA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT(STUDI DI DESA TERAS BARU KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN) Syaini; Masruri; Syaini Syaini; Masruri Masruri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertempat di Desa Teras Baru Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau mengetahui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelola masyarakat desa Teras Baru dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan analisa kualitatif. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Teras Baru, Sekretaris Desa Teras Baru, Bendahara Desa Teras Baru. Selain itu juga Ketua Badan Usaha Milik Desa Usaha Bersama Desa Teras Baru, Sekretaris Badan Usaha Milik Desa Usaha Bersama Desa Teras Baru, Bendahara Badan Usaha Milik Desa Usaha Bersama Desa Teras Baru dan Kepala Bidang Unit Usaha Badan Usaha Milik Desa Usaha Bersama Desa Teras Baru, Ketua RT. 1, Ketua RT. 2, Ketua RT. 3, Ketua RT. 4 serta beberapa masyarakat desa Teras Baru Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.Teknik Pengumpulan Data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif Miles dan Huberman yaitu data yang diperoleh langsung melalui wawancara dan kajian dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan obyek penelitian dengan mengintepretasikan berdasarkan kerangka teori yang ada untuk memperoleh suatu kesimpulan. yang terdiri dari 4 tahapan kegiatan yaitu pengumpulan data, tahap Reduksi data, tahap Penyajian data, dan tahap Menarik kesimpulan/ verifikasi dari data yang sudah tersedia. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis diketahui bahwa dengan hadirnya Badan Usaha Milik Desa Usaha Bersama, di Desa Teras Baru Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan telah mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Teras Baru, dengan 3 unit bidang usaha yang di kelola yang masih akan di kembangkan lagi kedepannya. Dan terdapat tiga faktor yang mempengaruhi BUMDes dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Teras Baru yakni, aspek psikologis, pendapatan perkapita serta hidup layak.
Persepsi Masyarakat Desa Long Pelban Dan Long Lejuh Terhadap Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan Syaini Syaini; Masruri Masruri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the perceptions of the communities of Long Pelban and Long Lejuh Villages toward the construction of a Hydropower Plant in Peso District, Bulungan Regency, and to identify the factors influencing the development of the Hydropower Plant in Peso District, Bulungan Regency. The research employed a qualitative research method. The data sources were obtained from informants relevant to the research topic. The data used in this study were collected through observation based on field conditions, as well as interviews and documentation. The informants consisted of the governments of Long Pelban and Long Lejuh Villages and the residents of Long Pelban and Long Lejuh Villages, totaling 30 participants. The results revealed that, in the cognitive component, the communities of both villages were aware of and supported the planned development activities. In the affective component, the communities of both villages showed a highly positive response and accepted the development program. In the conative component, the communities of both villages were prepared for future conditions, including relocation activities and adapting to life in new settlement areas. Meanwhile, the supporting factors for the development included supervision and natural resources, whereas the inhibiting factors consisted of land acquisition and transportation access.