Yayuk Endang Irawati
Informasi dan Hubungan Masyarakat/Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Arsiparis Dalam Mengelola Arsip di Bpkad Provinsi Jawa Tengah Rani Widi Astuti*; Yayuk Endang Irawati
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26332

Abstract

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan salah satu instansi yang menghasikan arsip di lingkungan Provinsi Jawa Tengah. Pengelolaan arsip yang tertib dan baik tentunya di dukung oleh arsiparis yang handal dan profesional. Arsiparis merupakan sesorang mepunyai tugas, wewenang, dan tanggung jawab secara penuh dalam melakukan aktivitas kearsipan. Pengelolaan arsip yang baik dan benar sudah diatur dan disahkan pada peraturan pemerintah, namun hal ini sering kali diabaikan dan tidak dipergunakan. Faktor utama yang menyebabkan dunia kearsipan sering diabaikan yaitu karena pradigma yang selalu menempatkan arsip berada dipinggirkan diantara bidang yang lain. Oleh karena itu, profesi arsiparis hingga saat ini masih jarang ditemui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran arsiparis dalam pengelolaan arsip di BPKAD Provinsi Jateng, sehingga diharapkan hasil dalam penelitian ini dapat dijadikan dasar pertimbangan agar pembuatan kebijakan dalam bidang kearsipan menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi pustaka dimana kualitatif deskripstif yaitu mewawancarai narasumber kemudian hasilnya ditulis atau digambarkan sesuai dengan kondisi nyata yang ada di lapangan. Studi pustaka yaitu membaca literatur yang memiliki keterkaitan dengan hal yang setema dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arsiparis sangat memiliki peran yang penting dalam pengelolaan arsip, dimana hal ini ditunjukkan langsung pada fakta lapangan dimana ketika tidak ada arsiparsis dokumen- dokumen yang sudah jarang digunakan hanya ditumpuk atau dimasukan kedalam karung. Hal ini menyebabkan pada saat arsip tersebut dibutuhkan untuk keperluan instansi para pegawai banyak yang merasa kesulitan untuk menemukannya.
Penataan Arsip Inaktif Sub Bagian Umum dan Kepegawaian di Bapenda Pronvinsi Jawa Tengah: Praktik dan Tantangan dalam Manajemen Arsip Rosa Yona Sekarenda*; Yayuk Endang Irawati
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.26331

Abstract

Arsip mencakup berbagai bentuk media seperti kertas, elektronik, mikrofilm, atau fisik lainnya. Arsip digunakan untuk menjaga dan merekam informasi yang penting untuk keperluan administrasi, penelitian, dan pemeliharaan sejarah serta data data terdahulu. Namun, pada kenyataannya masih ditemukannya arsip inaktif yang tidak dikelola dengan baik. Dalam kajian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan data wawancara, dan observasi. Dari kajian ini ditemukannya bahwa di Bapenda Provinsi Jawa Tengah, adanya kekurangan dari segi fasilitas guna menata arsip inaktif. Kurangnya tempat atau ruangan penyimpanan arsip fisik, lemahnya SDM untuk mengelola arsip inaktif dan keterbatasan anggran. Namun, Bapenda Jawa Tengah sedang berupaya untuk mengoptimalisasi kualitas SDM dan peningkatan sarana dan prasarana. Dapat disimpulkan bahwa masih adanya kekurangan dalam penataan arsip inaktif, namun pemerintah sedang berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas.