Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Kepatuhan Dalam Pemeriksaan Kehamilan Antara Primigravidarum Dan Multigravidarum Di Puskesmas Balung Tahun 2023 Dwi Anggraeni Purbowati; Jamhariyah Jamhariyah; Sugiyati Sugiyati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2645

Abstract

Pelayanan antenatal care merupakan bentuk pelayanan ibu masa kehamilan sesuai standar. Melalui pemeriksaan kehamilan yang rutin tenaga kesehatan akan mudah mendeteksi secara dini komplikasi selama kehamilan . Berdasarkan hasil kepatuhan pemeriksaan kehamilan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember pada tahun 2022 Di Puskesmas Balung terdapat Cakupan K1 sebesar 54,90% belum mencapai terget K1 100%, cakupan K4 sebesar 64,30% dan Target K4 100%. Penelitian ini menggunakan desain obsevasional analitik dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Ibu hamil primigravidarum dan multigravidarum di Puskesmas Balung Total sampel penelitian ini sebanyak 130 ibu hamil trimester 3. Pengumpulan data menggunakan Purpossive Sampling dengan lembar kuesioner. Uji analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil yang diperoleh pada ibu primigravidarum sebagian besar patuh melakukan pemeriksaan kehamilan 66.6% dan tidak patuh 33.4%, sedangkan pada ibu multigravidarum sebagian besar patuh melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 60% dan tidak patuh 40%. Hasil Uji yang diperoleh p-value 0.454 ≥ α 0,05 yang berarti H0 diterima.
PROVISION OF MP - EARLY BREASTFEED WITH THE NUTRITION STATUS OF CHILDREN AGE 7 - 24 MONTHS IN PANDUMAN VILLAGE, JEMBER DISTRICT Dwi Maulinda Qaodriyah; Eni Subiastutik; Jamhariyah Jamhariyah
Jurnal LINK Vol 19, No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i2.10021

Abstract

Menurut WHO terdapat 144 juta anak balita stunting, 47 juta gizi kurang dimana 14,3 juta diantaranya sangat kurus dan 38 juta kelebihan berat badan, termasuk Indonesia akibat kurangnya asupan nutrisi. Pemberian MP – ASI tidak tepat waktu dapat mempengaruhi pencernaan dan berdampak pada status gizi. Populasi balita usia 7 – 24 bulan di 7 posyandu sebanyak 61, sampel 53 dan teknik sampling menggunakan Cluster Random Sampling. Instrumennya yaitu kuesioner, electronic baby scale, grafik BB menurut PB. Uji statistik korelasi spearman’s rho didapatkan nilai P – value sebesar (0,831) α (0,05) maka H0 diterima dan H1 ditolak, yaitu ada hubungan yang tidak signifikan artinya hampir seluruh bayi dengan riwayat MP – ASI dini tidak berdampak negatif pada status gizi, karena diberikan dengan memperhatikan kesiapan menerima makanan padat. Upaya yang dapat dilakukan puskesmas yaitu menggalakkan informasi pemberian MP – ASI dan pemantauan status gizi secara rutin dengan melibatkan bidan, kader, tokoh masyarakat dan keluarga.