Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbandingan Metode Full Costing dan Variable Costing untuk Menghitung Harga Pokok Prodi (Studi Kasus: UKM CJH Catering Purwakarta) Retno Jati Rahayu; Tiarlina Situngkir
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2883

Abstract

UKM merupakan kegiatan perniagaan atau perdagangan yang berangkat dari rumah. UKM yang dipajang sebagai roda penggerak perekonomian Indonesia. Namun terkadang masih didapati kendala pada proses administrasi. Salah satu masalah yang muncul yaitu laporan biaya yang menentukan harga pokok produksi (HPP). Berdasarkan survei UKM di Purwakarta, kami dapati UKM yaitu CJH Catering Purwakarta yang dimana UKM ini bergerak pada bidang jasa boga yang dimana wirausaha melayani pemesanan berbagai macam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana cara menghitung harga pokok produksi, dengan menggunakan metode full costing dan variable costing. Full costing merupakan metode yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam kos produksi dan variable costing adalah metode yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam kos produksi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang didapat dari proses wawancara dengan pemilik dan pegawai usaha CJH Cateing Purwakarta dan data sekunder didapat dari penelitian terdahulu, dan sumber buku, internet, serta jurnal terkait. Setelah perhitungan yang dilakukan terdapat hasil harga jual berdasarkan pada harga pokok produksi. Harga pokok produksi didapatkan melalui perhitungan metode full costing dan variable costing. Terdapat perbedaan hasil harga pokok produksi dari kedua metode tersebut, perbedaan ini tentu saja berpengantuh pada kegiatan produksi. Diharapkan agar CJH Catering Purwakarta menetukan harga pokok produksi dengan menetapkan salah satu metode agar lebih akurat.