Mujiburrohman Mujiburrohman
Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Santri Melalui Program Karantina Tahfidz Di Mtq Al-Karim Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Tahun Ajaran 2022/2023 Muhammad Hanif Hamdalah; Mujiburrohman Mujiburrohman; Lailla Hidayatul Amin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3395

Abstract

Strategi guru dalam sebuah lembaga pendidikan sangatlah diperlukan karena dengan adanya strategi lembaga pendidikan akan dengan mudah dan sistematis menjalankan guna mencapai tujuan pendidikan. Begitu juga dengan karakter yang perlu dibentuk dan dibina pasti memerlukan strategi dari para guru. Strategi guru dalam membentuk karakter santri melalui program karantina tahfidz di MTQ Al-Karim Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Tahun Ajaran 2022/2023, menunjukkan adanya beragam pendekatan yang diterapkan oleh guru-guru di MTQ Al-Karim dalam upaya membentuk karakter santri melalui program karantina tahfidz. 1). Melalui karantina tahfidz, karakter positif seperti disiplin, kemandirian, tanggung jawab, dan cinta pada Al-Qur'an terbentuk baik. Santri harus mengikuti karantina ini untuk ujian tahfidz dan mencapai target hafalan. 2). Guru menerapkan strategi efektif dalam membentuk karakter santri, seperti memberi contoh baik melalui perilaku mereka, memberikan nasehat umum dan pribadi untuk pemahaman karakter yang kuat. Aturan yang ketat diterapkan, termasuk hadiah dan hukuman. 3). Implikasi dari strategi tersebut positif. Santri dalam program karantina tahfidz ini meningkatkan kemandirian, ketekunan, dan disiplin. Mereka jadikan Al-Qur'an sebagai panduan utama dan merasakan cinta lebih dalam. Percaya diri para santri juga meningkat dan berkembang.
Studi Analisis Epistemology dalam Filsafat Islam Pada Implementasi Pembiasaan Pendidikan Karakter dengan Buku Mutabaah Sebagai Upaya Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta Mujiburrohman Mujiburrohman; Priyanto Priyanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter sangat penting dalam pendidikan Islam karena sebagai dasar pembentukan adab. pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang baik, yang diharapkan dapat menjadikan siswa sebagai individu yang bertanggung jawab dan berakhlakul karimah. Kementerian Agama meluncurkan kurikulum baru yaitu Kurikulum Berbasis Cinta dengan unsur dasar Panca Cinta. Panca Cinta secara prisnsip menekankan pembentukan karakter mulia yang berlandaskan etika Islam. Epistemologi Islam menekankan pada pengetahuan yang bersumber dari wahyu dan akal, yang keduanya harus harmonis dalam proses pendidikan. Buku Mutabaah berfungsi sebagai alat evaluasi dan refleksi bagi siswa dalam menjalani proses pembelajaran. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana epistemologi dalam filsafat Islam dapat berkontribusi pada pendidikan karakter serta mengkaji peran buku Mutabaah dalam implementasi kurikulum berbasis cinta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menggali lebih dalam mengenai implementasi pembiasaan pendidikan karakter kurikulum berbasis cinta menggunakan buku Mutabaah di MIN 2 Sukoharjo. Subjek penelitian terdiri dari guru di MIN 2 Sukoharjo. Guru dipilih sebagai responden Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari tiga metode utama, yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menginterpretasikan data yang telah dikumpulkan. Pembentukan dan penguatan karakter murid tidak dapat dilakukan secara instan namun harus dilakukan secara bertahap, sedikit demi sedikit. Pelaksanaan kegiatan di rumah secara terjadwal dan terus menerus menerus menjadikan murid terbiasa dalam menjalankannya yang secara langsung akan mengubah karakter murid menjadi labih baik. Pelaksanaan kegiatan di rumah harus dilakukan pengawasan dan kontrol baik dari orang tua maupun guru. Penggunaan buku mutabaah sebagai salah satu media komunikasi orang tua dan guru dalam pengawasan pelaksanaan pembiasaan di rumah. Buku mutabaah sangat berpengaruh terhadap kelancaran pembiasaan penguatan karakter di rumah karena murid akan bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukan. Hal tersebut menjadikan murid mempunyai karakter yang kuat, akal yang cerdas yang ke depannya akan mempermudah dalam belajar apapun baik belajar ilmu agama maupum ilmu umum lainnya.