Pinjaman online adalah proses pemberian pinjaman uang secara daring melalui platform digital atau situs web. Dalam pinjaman online, individu atau perusahaan dapat mengajukan pinjaman melalui aplikasi atau situs web yang menyediakan layanan tersebut. Pinjaman ini biasanya lebih mudah dan cepat prosesnya dibandingkan dengan pinjaman tradisional dari lembaga keuangan konvensional seperti bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebijakan pinjaman online ilegal dan dampaknya terhadap anak di bawah umur. Dengan menggunakan pendekatan kepustakaan yang mengandalkan referensi dari buku, undang-undang dan artikel ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, regulator internal komunikasi kepada publik menggunakan persyaratan pinjaman legal untuk perusahaan pinjaman terdaftar secara resmi. Kedua, saat ini semua pihak tidak diperlukan menghabiskan terlalu banyak energi dan memikirkan persyaratan pinjaman legal atau ilegal, karena faktanya pelanggaran hukum ditemukan oleh perusahaan pinjaman legal dan perusahaan pinjaman ilegal. Kebijakan mengenai pinjaman di bawah umur bahwa perlu diketahui usia minimal untuk meminjam uang dapat bervariasi antara negara dan tergantung pada peraturan hukum setempat. Anak di bawah umur tidak dianjurkan melakkan pinjaman online karena ada pertimbangan seperti pertimbangan hukum, pertimbangan keuangan, perlindungan konsumen, dan potensi penipuan. Pinjaman online memiliki manfaat bagi anak seperti memudahkan Proses Pendaftaran Sekolah, membantu Biaya SPP, menambah Biaya Operasional Sekolah, membantu Biaya Pendidikan di Luar Negeri dan mempercepat Proses Pendidikan Anak.