Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Fungsi Ulama Dalam Kehidupan Masyarakat Aceh Wajnah W
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 3 (2023): Maret-April
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8206018

Abstract

Mencetak ulama merupakan suatu pekerjaan besar dan waktu yang lama karena  memerlukan proses yang terus menerus. 0leh karenanya kegiatan ini harus dilakukan oleh tangan tangan kuat yang memiliki kekuatan dan kemampuan yang cukup memadai.Untuk menangani pekerjaan besar ini dapat dibentuk suatu konsorsium, yang terdiri  dari beberapa lembaga yang memiliki kemampuan dan kepedulian khususnya dalam mendesain atau merancang suatu kurikulum yang sesuai. Juga melaksanakan atau menginplementasikannya dalam bentuk sistim pendidikan yang lebih kreatif. Lembaga Pendidikan Tinggi Agama seperti Institut Agama Islam  Negeri sebenarnya memiliki kapasitas dan kredibilitas yang dapat dipertanggung jawabkan  untuk melakukan tugas mulia ini. Otoritas ulama berasal dari otoritas moral yang dipercaya oleh masyarakat sehingga reputasi ulama selain ditentukan oleh kemampuan intelektualitas, juga di pengaruhi oleh bagaimana ia berprilaku dalan kesehariannnya. Sekali kepercayaan  moral ulama didiskreditkan,maka wibawanya untuk melaksanakan amar maktuf nahi mungkar,untuk mengerahkan masyarakat dan untuk bertindak sebagai prantara antara kelompok yang berselisih akan hilang. Ulama mewakili nilai dan kesucian agama yang luhur. Hal inilah yang akan membedakan ulama dari masyarakat awam dan membuatnya menduduki tempat yang istimewa ditengah tengah masyarakat.
Moderasi Beragama Dalam Aspek Toleransi Wajnah W
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 10 (2023): November
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10608220

Abstract

Pembahasan ini hendak menelaah lebih dalam tentang moderasi beragama di tinjau dari aspek toleransi. Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan gambaran yang jelas, bagaimana sebenarnya moderasi beragama dan toleransi serta batas-batasnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu suatu penelitian yang data-datanya berasal dari literatur-literatur yang terkait dengan obyek penelitian, kemudian dianalisis muatan isinya. Dari kajian ini menegaskan bahwa, moderasi dalam kerukunan beragama haruslah dilakukan, karena dengan demikian akan terciptalah kerukunan umat antar agama atau keyakinan. Untuk mengelola situasi keagamaan di Indonesia yang sangat beragam, kita membutuhkan visi dan solusi yang dapat menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam menjalankan kehidupan keagamaan, yakni dengan mengedepankan moderasi beragama, menghormati keragaman, serta tidak terjebak pada Intoleransi, ekstremisme dan Radikalisme. Toleransi beragama bukanlah untuk saling melebur dalam keyakinan. Tidak juga untuk saling bertukar keyakinan dengan kelompok agama yang berbeda-beda. Toleransi di sini adalah dalam pengertian mu‟amalah (interaksi sosial), sehingga adanya batas-batas bersama yang boleh dan tak boleh dilanggar. Inilah esensi moderasi dalam bingkai toleransi di mana masing-masing pihak diharapkan bisa mengendalikan diri dan menyediakan ruang toleransi sehingga bisa saling menghargai dan menghormati kelebihan dan keunikan yang dimiliki masing-masing dengan tidak adanya rasa ketakutan terhadap hak dan juga keyakinannya