Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ESTETIKA ETIKA DALAM KUMPULAN CERPEN KONVENSI KARYA A. MUSTOFA BISRI Muhammad Hasan Abdillah
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 1 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah yang menjadi fokus penelitian tentang estetika dan etika dalam kumpulan cerpen Konvensi, yaitu: (1) cara memperoleh deskripsi objektif tentang bentuk estetika dalam kumpulan cerpen Konvensi, (2) cara memperoleh deskripsi objektif tentang nilai etika dalam kumpulan cerpen Konvensi, dan (3) cara memperoleh deskripsi objektif tentang hubungan estetika dan etika dalam kumpulan cerpen Konvensi.Tujuan umum penelitian ini yaitu untuk mengkaji bentuk estetika dan nilai etika dalam kumpulan cerpen Konvensi karya A. Mustofa Bisri. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk estetika dalam kumpulan cerpen Konvensi, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan nilai etika dalam kumpulan cerpen Konvensi, dan (3) mendeskripsikan dan menjelaskan hubungan estetika dengan etika dalam kumpulan cerpen Konvensi.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Instrumen utama dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan menggunakan alat bantu berupa kartu data. Sumber data yang digunakan yaitu kumpulan cerpen Konvensi karya A. Mustofa Bisri sebagai sumber data primer, dan buku-buku terkait dengan judul penelitian sebagai sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik analisis teks yang berupa paparan bahasa. Penelitian ini dalam analisis data menggunkaan teknik analisis, uraian, kupasan, dan teknik nonstatistik. Selanjutnya dalam pengecekan keabsahan data, peneliti menggunakan ketekunan pengamatan dan pengecekan sejawat.Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa: 1) Bentuk estetika yang terdapat dalam cerpen Konvensi berupa bentuk gaya bahasa berdasarkan struktu kalimat, meliputi ke lima jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat. Tapi yang paling dominan dalam penelitian ini adalah estetika gaya bahasa klimaks dan antiklimaks. Masing-masing lima temuan data. 2) Bentuk etika yang terdapat dalam kumpulan cerpen Konvensi yakni berupa bentuk etika hubungan manusia dengan Tuhannya, etika hubungan manusia dengan diri sendiri, etika hubungan manusia dengan manusia yang lain. Dan yang paling dominan adalah etika hubungan manusia dengan orang lain sebanyak sembilan temuan data. 3) Berdasarkan temuan data dan hasil pembahasan, menyatakan bahwa hubungan estetika dengan etika di dalam kumpulan cerpen Konvensi memang menjadi satu-kesatuan yang saling melengkapi. Temuan data estetika pasti mengandung etika, begitu juga dengan temuan data etika pasti mengandung unsur estetikanya. Kata kunci: estetika-etika, klimaks, antiklimaks
PERKEMBANGAN MOTORIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR USIA 7 - 8 TAHUN Ghaida Yunita Rahmani; Riski Septiadevana; Henanda Nur Rizki; Muhammad Hasan Abdillah
Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2024): Tadzkirah : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : LPPM Institut Al-Ma`arif Way Kanan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/tadzkirah.v8i1.270

Abstract

Perkembangan siswa baik fisik maupun motorik merupakan hal yang penting dan saling berkaitan. Orang tua dan guru perlu memahami setiap tahapan perkembangan siswa terutama perkembangan motorik agar dapat mengetahui sejak dini jika terdapat perkembangan yang tidak sesuai dengan usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik pada siswa sekolah dasar usia 7-8 tahun beserta faktor-faktor yang mempengaruhi dalam perkembangan motorik, stimulasi perkembangan motorik, dan gangguan motorik pada siswa. Metode yang diguakan dalam penelitian ini adalah kualitatif menggunakan kajian kepustakaan. Berdasarkan hasil kajian gangguan motorik disebabkan karena adanya kelainan genetik dan lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi gangguan motorik antara lain melalui stimulasi kegiatan meronce, kolase, 3M, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.