Elisabet Widyaning Hapsari
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DENGAN SCHOOL WELL-BEING PADA SISWA SMP NEGERI 1 SILAEN Sernita Marpaung; Elisabet Widyaning Hapsari
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v11i1.4502

Abstract

Peralihan dari pembelajaran daring ke luring membutuhkan adaptasi. Adaptasi ialah kemampuan untuk membangun keharmonisan antara individu dan lingkungan. Kualitas sekolah berdampak pada perkembangan penyesuaian pribadi. Penelitian berikut ini mencoba untuk melihat apakah ada korelasi antara self-efficacy dengan kesejahteraan sekolah pada peserta didik SMP Negeri 1 Ceylon. Responden survei ini mencapai 259 peserta didik berusia 11–16 tahun. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini memakai metode sampling yakni random sampling. Penelitian berikut ini memakai metode penelitian kuantitatif dengan memakai skala mutu sekolah dan swakelola. Penelitian selanjutnya memakai metode analisis data Kendall Tau-B dan koefisien korelasi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai signifikan r = 0,255. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara penyesuaian diri dengan kualitas sekolah, artinya penyesuaian diri mempunyai karunia bagi peserta didik untuk mencapai keharmonisan antara dirinya dan sekolahnya sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi sekolah Untuk meningkatkan sikap peserta didik. Kamu baik. Tingkat penyesuaian diri peserta didik yang tinggi, tingkat kesejahteraan sekolah peserta didik SMP Negeri 1 Sailen yang tinggi. Sebaliknya, menurunkan tingkat pengembangan diri peserta didik, menurunkan kualitas sekolah peserta didik SMP Negeri 1 Silen.
SELF REGULATED LEARNING DENGAN STUDENT ENGAGEMENT PADA SISWA SMA ST. CAROLUS SURABAYA Elisabet Widyaning Hapsari; Renaldy Sutedjo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v12i1.4901

Abstract

Adanya pandemi covid-19 memberikan perubahan yang mendalam terhadap sektor pendidikan terutama dalam metode pembelajaran. Pembelajaran tatap muka yang merupakan proses terencana antara pengajar dan siswa didalam kelas yang berkaitan dengan interaksi guru-siswa, materi pelajaran, guru, serta lingkungan menjadi tidak efektif. Student engagement yang merupakan indikator keberhasilan siswa dalam belajar, mengalami tantangan signifikan akibat perubahan metode pembelajaran yang dipengaruhi oleh pandemi covid-19. Self regulated learning yang merupakan faktor pendukung menjadi sangat penting ketika siswa dihadapkan dengan perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulated learning dan student engagement pada siswa SMA St. Carolus Surabaya. Responden dalam penelitian ini sebanyak 274 siswa aktif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu total population sampling dengan metode penelitian kuantitatif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala self regulated learning dan student engagement. Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji non parametric Kendall Tau-B dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,372 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara self regulated learning dengan student engagement pada siswa SMA St. Carolus Surabaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self regulated learning sisws, semakin tinggi juga student engagement yang dimiliki oleh siswa. Sebaliknya, semakin rendah self regulated learning pada siswa maka semakin rendah pula student engagement yang dimiliki oleh siswa SMA St. Carolus Surabaya.
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DENGAN SCHOOL WELL-BEING PADA SISWA SMP NEGERI 1 SILAEN Sernita Marpaung; Elisabet Widyaning Hapsari
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v11i1.4502

Abstract

Peralihan dari pembelajaran daring ke luring membutuhkan adaptasi. Adaptasi ialah kemampuan untuk membangun keharmonisan antara individu dan lingkungan. Kualitas sekolah berdampak pada perkembangan penyesuaian pribadi. Penelitian berikut ini mencoba untuk melihat apakah ada korelasi antara self-efficacy dengan kesejahteraan sekolah pada peserta didik SMP Negeri 1 Ceylon. Responden survei ini mencapai 259 peserta didik berusia 11–16 tahun. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini memakai metode sampling yakni random sampling. Penelitian berikut ini memakai metode penelitian kuantitatif dengan memakai skala mutu sekolah dan swakelola. Penelitian selanjutnya memakai metode analisis data Kendall Tau-B dan koefisien korelasi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai signifikan r = 0,255. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara penyesuaian diri dengan kualitas sekolah, artinya penyesuaian diri mempunyai karunia bagi peserta didik untuk mencapai keharmonisan antara dirinya dan sekolahnya sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi sekolah Untuk meningkatkan sikap peserta didik. Kamu baik. Tingkat penyesuaian diri peserta didik yang tinggi, tingkat kesejahteraan sekolah peserta didik SMP Negeri 1 Sailen yang tinggi. Sebaliknya, menurunkan tingkat pengembangan diri peserta didik, menurunkan kualitas sekolah peserta didik SMP Negeri 1 Silen.
SELF REGULATED LEARNING DENGAN STUDENT ENGAGEMENT PADA SISWA SMA ST. CAROLUS SURABAYA Elisabet Widyaning Hapsari; Renaldy Sutedjo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v12i1.4901

Abstract

Adanya pandemi covid-19 memberikan perubahan yang mendalam terhadap sektor pendidikan terutama dalam metode pembelajaran. Pembelajaran tatap muka yang merupakan proses terencana antara pengajar dan siswa didalam kelas yang berkaitan dengan interaksi guru-siswa, materi pelajaran, guru, serta lingkungan menjadi tidak efektif. Student engagement yang merupakan indikator keberhasilan siswa dalam belajar, mengalami tantangan signifikan akibat perubahan metode pembelajaran yang dipengaruhi oleh pandemi covid-19. Self regulated learning yang merupakan faktor pendukung menjadi sangat penting ketika siswa dihadapkan dengan perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulated learning dan student engagement pada siswa SMA St. Carolus Surabaya. Responden dalam penelitian ini sebanyak 274 siswa aktif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu total population sampling dengan metode penelitian kuantitatif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala self regulated learning dan student engagement. Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji non parametric Kendall Tau-B dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,372 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara self regulated learning dengan student engagement pada siswa SMA St. Carolus Surabaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self regulated learning sisws, semakin tinggi juga student engagement yang dimiliki oleh siswa. Sebaliknya, semakin rendah self regulated learning pada siswa maka semakin rendah pula student engagement yang dimiliki oleh siswa SMA St. Carolus Surabaya.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER DENGAN STOMA PERMANEN: KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER KOLOREKTAL Michael Ivan Riyanto Mawuntu; Elisabet Widyaning Hapsari; Detricia Tedjawidjaja
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v12i2.5574

Abstract

The life of a colorectal cancer patient with a permanent stoma is not easy. The condition of the disease is uncertain and can get worse every day, the pain that continues to be felt and limitations in life perceived by cancer patients forever, especially with the presence of a stoma which is a limitation for patients in their daily lives. To be able to live their life to the fullest, cancer patients need to improve their quality of life so that it can become meaningful. The purpose of this study is to describe the quality of life in colorectal cancer patients with permanent stomas. This research was conducted using qualitative research methods with a phenomenological approach. This study was conducted using 3 research informants who were colorectal cancer patients with permanent stomas. The data analysis technique used is deductive analysis technique. The data collection method used was semi-structured interviews. The results of the study show that there are four aspects in quality of life, namely, physical health such as pain perceived, psychological such as negative or positive feelings, social relations such as relationships with the social environment, environment such as perceptions of housing or finances. The findings of a new theme, namely self-acceptance, selfacceptance see how the patient accepts his condition and illness. Factors that affect quality of life are cancer stage, length of time diagnosed with cancer, age, education and occupation.