Happy Cahaya Mulya
Widya Mandala Catholic University Surabaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GAMBARAN SELF ESTEEM REMAJA PEREMPUAN YANG MERASA IMPERFECT AKIBAT BODY SHAMING Priscilla Angelina; Fransisca Dessi Christanti; Happy Cahaya Mulya
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i2.2889

Abstract

ABSTRAKSelf esteem adalah persepsi masing-masing orang mengenai bagaimana individu menilai atau menghargai dirinya, penilaian seseorang terhadap diri sendiri dapat bersifat positif atau negatif. Hal ini dipengaruhi oleh pengalaman dalam kehidupannya, salah satu yang dapat mempengaruhi self esteem adalah perilaku body shaming. Body shaming adalah fenomena bullying atau mengomentari bentuk tubuh seseorang, hal ini sedang marak atau banyak terjadi hingga saat ini. Bentuk body shaming bukan hanya gemuk ataupun kurus, tetapi juga bisa karena warna kulit, bentuk hidung, bentuk gigi ataupun bentuk tubuh yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self esteem remaja perempuan yang merasa imperfect akibat body shaming. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe fenomenologis. Penelitian ini menggunakan teknik analisis induktif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah dua remaja yang mengalami body shaming hingga membuat penilaian diri yang negatif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa informan yang mendapatkan perilaku body shaming memiliki self esteem atau penilaian diri yang negatif. Informan juga mengalami berbagai dampak negatif akibat self esteem yang negatif. 
PERBEDAAN SUICIDE IDEATION PADA REMAJA DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY TRAITS Florencia Irena Mulyana; Fransisca Dessi Christanti; Happy Cahaya Mulya
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i1.2905

Abstract

Suicide ideation adalah kecenderungan berpikir untuk merusak atau mematikan diri sendiri yang dilakukan secara sengaja. Suicide ideation dapat terjadi pada remaja karena salah satu faktor seseorang mengalami suicide ideation adalah karakteristik kepribadian. Tipe kepribadian yang digunakan dalam penelitian ini adalah big five personality traits. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan suicide ideation pada remaja ditinjau dari big five personality traits. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data accidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala big five inventory (BFI) dan skala suicide ideation yang disusun oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 250 remaja di Surabaya dengan rentang usia 13-21 tahun. Data pada penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik statistik non-parametrik Kruskall Wallis karena tidak memenuhi uji asumsi. Hasil pada penelitian ini mengatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada suicide ideation pada remaja ditinjau dari big five personality traits karena diperoleh nilai sig sebesar 0,000 (Sig. <0,05). Kepribadian big five yang terdiri dari openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism yang dominan pada remaja akan memberikan pengaruh terhadap cara tingkah lakunya terhadap kecenderungan berpikir untuk merusak atau mematikan diri sendiri yang dilakukan secara sengaja. Oleh karena itu, ada perbedaan ide bunuh diri pada remaja dikarenakan kepribadiannya dengan kepribadian openness memiliki nilai mean rank sebesar 131,58, kepribadian conscientiousness memiliki nilai mean rank sebesar 97,58, kepribadian extraversion memiliki mean rank sebesar 97,48, kepribadian agreeableness memiliki mean rank sebesar 86,91, dan kepribadian neuroticism memiliki mean rank sebesar 153,41. Kata kunci: Suicide Ideation; Big Five Personality Traits; Remaja.
GAMBARAN SELF ESTEEM REMAJA PEREMPUAN YANG MERASA IMPERFECT AKIBAT BODY SHAMING Priscilla Angelina; Fransisca Dessi Christanti; Happy Cahaya Mulya
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i2.2889

Abstract

ABSTRAKSelf esteem adalah persepsi masing-masing orang mengenai bagaimana individu menilai atau menghargai dirinya, penilaian seseorang terhadap diri sendiri dapat bersifat positif atau negatif. Hal ini dipengaruhi oleh pengalaman dalam kehidupannya, salah satu yang dapat mempengaruhi self esteem adalah perilaku body shaming. Body shaming adalah fenomena bullying atau mengomentari bentuk tubuh seseorang, hal ini sedang marak atau banyak terjadi hingga saat ini. Bentuk body shaming bukan hanya gemuk ataupun kurus, tetapi juga bisa karena warna kulit, bentuk hidung, bentuk gigi ataupun bentuk tubuh yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self esteem remaja perempuan yang merasa imperfect akibat body shaming. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe fenomenologis. Penelitian ini menggunakan teknik analisis induktif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah dua remaja yang mengalami body shaming hingga membuat penilaian diri yang negatif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa informan yang mendapatkan perilaku body shaming memiliki self esteem atau penilaian diri yang negatif. Informan juga mengalami berbagai dampak negatif akibat self esteem yang negatif. 
PERBEDAAN SUICIDE IDEATION PADA REMAJA DITINJAU DARI BIG FIVE PERSONALITY TRAITS Florencia Irena Mulyana; Fransisca Dessi Christanti; Happy Cahaya Mulya
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i1.2905

Abstract

Suicide ideation adalah kecenderungan berpikir untuk merusak atau mematikan diri sendiri yang dilakukan secara sengaja. Suicide ideation dapat terjadi pada remaja karena salah satu faktor seseorang mengalami suicide ideation adalah karakteristik kepribadian. Tipe kepribadian yang digunakan dalam penelitian ini adalah big five personality traits. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan suicide ideation pada remaja ditinjau dari big five personality traits. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data accidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala big five inventory (BFI) dan skala suicide ideation yang disusun oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 250 remaja di Surabaya dengan rentang usia 13-21 tahun. Data pada penelitian ini diolah dengan menggunakan teknik statistik non-parametrik Kruskall Wallis karena tidak memenuhi uji asumsi. Hasil pada penelitian ini mengatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada suicide ideation pada remaja ditinjau dari big five personality traits karena diperoleh nilai sig sebesar 0,000 (Sig. <0,05). Kepribadian big five yang terdiri dari openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism yang dominan pada remaja akan memberikan pengaruh terhadap cara tingkah lakunya terhadap kecenderungan berpikir untuk merusak atau mematikan diri sendiri yang dilakukan secara sengaja. Oleh karena itu, ada perbedaan ide bunuh diri pada remaja dikarenakan kepribadiannya dengan kepribadian openness memiliki nilai mean rank sebesar 131,58, kepribadian conscientiousness memiliki nilai mean rank sebesar 97,58, kepribadian extraversion memiliki mean rank sebesar 97,48, kepribadian agreeableness memiliki mean rank sebesar 86,91, dan kepribadian neuroticism memiliki mean rank sebesar 153,41. Kata kunci: Suicide Ideation; Big Five Personality Traits; Remaja.
PERBEDAAN SELF-DISCLOSURE DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EXTROVERT & INTROVERT PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DI SURABAYA Faustina Xaviera; Eli Prasetyo; Happy Cahaya Mulya
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v9i1.2932

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki dorongan untuk berkomunikasi satu sama lain. Salah satu bentuk komunikasi adalah self-disclosure. Self-disclosure adalah bentuk pengungkapan diri yang dapat terjadi secara tatap muka atau online. Penelitian ini berfokus pada self-disclosure yang dilakukan secara online yaitu melalui media sosial Instagram karena adanya tiga fitur yang mendukung kemampuan kontrol individu dalam situasi komunikasi online seperti anonimitas, asynchronicity, dan aksesibilitas. Self-disclosure merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki dalam berkomunikasi terutama pada masa remaja karena salah satu tugas perkembangan remaja adalah mengembangkan ketrampilan komunikasi dan belajar bergaul dengan orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi self-disclosure adalah tipe kepribadian. Individu yang suka bersosialisasi dan dengan tipe kepribadian extrovert lebih melakukan self-disclosure daripada mereka yang kurang suka bersosialisasi dan dengan tipe kepribadian introvert.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self-disclosure ditinjau dari tipe kepribadian extrovert & introvert pada remaja pengguna sosial media Instagram di Surabaya. Subjek penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 18-21 tahun yang berdomisili di Surabaya (N=152). Teknik pengambilan data dilakukan dengan teknik incidental sampling. Self-disclosure diukur dengan skala self-disclosure dan tipe kepribadian diukur dengan Eysenck Personality Inventory (EPI-A). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda Mann-Whitney U. Hasil analisis menunjukkan nilai sig sebesar 0,482 (p>0,05), artinya tidak ada perbedaan self-disclosure ditinjau dari tipe kepribadian extrovert & introvert pada remaja pengguna media sosial Instagram di Surabaya. Berdasarkan nilai mean, self-disclosure pada tipe kepribadian extrovert sebesar 78,49 dan self-disclosure pada tipe kepribadian introvert sebesar 73,36.