Pertumbuhan pertanian Indonesia sangat penting untuk diperhatikan karena potensi sumber daya alam yang sangat besar yang dapat menopang pendapatan nasional. Sektor pertanian menjadi perhatian utama karena menyediakan pangan bagi masyarakat dan menjadi tumpuan kemajuan negara. Sistem pertanian terpadu dapat membantu petani menghasilkan produk pertanian organik berkualitas tinggi yang bebas dari kontaminasi bahan kimia. Namun, kesadaran petani untuk mengelola sistem pertanian terpadu dan budidaya padi organik penting untuk dianalisa, apakah produk dapat bersaing secara optimal di pasar dan keuntungan optimal diperoleh petani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem usaha tani pada budidaya padi sistem pertanian terpadu dalam suatu kelompok tani di pedesaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis. Lokasi penelitian yaitu salah satu yakni Desa Gentungan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dengan nama kelompok “Tani Mulya I” yang memproduksi beras organik dengan jumlah responden 30 petani. Data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder dengan tujuan (1) Analisis data pertanian pedesaan; (2) Analisis masukan sistem pertanian terpadu digunakan secara internal; (3) Analisis budidaya padi dan pertanian terpadu untuk menentukan pendapatan pertanian, biaya dan keuntungan beras organik. Hasil penelitian menunjukkan pertanian organik di masa depan beras organik di pedesaan memiliki peluang yang besar karena petani dalam sistem pertanian terpadu dapat meminimalkan input internal yang dibutuhkan selama produksi beras organik dengankeuntungan Rp. 21.929.197,85/ha/MT.