Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tata kelola industri kelapa sawit berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional Jamaludin Zainal Abidin
Journal of Agrosociology and Sustainability Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jassu.v1i1.2023.136

Abstract

Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar dunia. Hal ini adalah peluang bagi pemerintah Indonesia dalam pengembangan biodiesel sebagai pengganti bahan bakar fosil. Pada industri sawit, penilaian industri sawit berkelanjutan dilakukan dengan menggunakan skema Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk standar berkelanjutan yang diakui internasional dan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk standar yang diakui secara nasional. Skema sertifikasi berkelanjutan diharapkan dapat menjadikan industri sawit menjadi industri pertanian yang berkelanjutan. Namun, isu deforestasi dan legalitas tanah perkebunan menjadi persoalan utama dalam industri sawit berkelanjutan. Hal ini menjadi tantangan bagi pengembangan biodiesel di Indonesia agar mendapatkan pengakuan pasar sawit internasional terutama Uni Eropa yang ketat terhadap isu keberlanjutan industri kelapa sawit. Permasalahan utama dalam industri sawit berkelanjutan adalah tata kelola industri kelapa sawit yang masih belum efektif. Dalam pembahasan ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan kesenjangan kebijakan pada industri sawit dengan aktual pelaksanaannya melalui tinjauan literatur penelitian sebelumnya. Peneliti membagi menjadi dua permasalahan utama kesenjangan kebijakan yakni pada industri hulu dan industri hilir, khususnya pengembangan biodiesel sebagai energi baru dan terbarukan.  Rekomendasi kebijakan dalam mendukung hal tersebut diantaranya adalah penguatan skema sertifikasi berkelanjutan ISPO di Indonesia, penyelesaian legalitas tanah perkebunan, pencegahan deforestasi, fragmentasi kelembagaan dan kebijakan di Industri hilir, peningkatan teknologi dan infrastruktur sebagai upaya meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di pasar dunia Internasional, serta industri sawit dapat menjadi solusi dalam mendukung ketahanan energi baik secara nasional maupun secara global.
Challenges in dealing with water pollution issues in the West Java island Jamaludin Zainal Abidin
Journal of Sustainability, Society, and Eco-Welfare Vol. 1 No. 1: (July) 2023
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jssew.v1i1.2023.137

Abstract

Water is the most basic need for all living things on Earth. The abundance of water on Earth makes humans indifferent to the efficient use of water, including human activities, which are said to cause increasing pollutant loads in surface waters. The western part of Java, consisting of DKI Jakarta, West Java and Banten, has the highest population pressure in all parts of Indonesia. This has led to a decrease in the environment's carrying capacity, especially in the region's water resources. Agricultural and industrial activities and household activities cause decreasing water availability in quantity and reducing water quality. This has become a trigger for water scarcity both in quantity and quality. Based on the data, the western part of Java Island has rivers with critical status. In this study, researchers will analyze water availability, water pollution problems, and challenges in overcoming water pollution, especially in the western part of Java Island. This study used a qualitative method by conducting a literature review. In overcoming water pollution, serious efforts need to be made, including increasing community participation in the manufacture of household-scale WWTPs, limiting the use of pesticides in agricultural activities, and improving water quality by improving land cover in the upstream area and increasing water absorption in urban areas.