p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan GSH
Marni
Akademi Keperawatan Giri Satria Husada

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA HIPERTENSI TERKAIT PENYAKIT HIPERTENSI Justinho Soares; Domingos Soares; Alfonsa Ivoni L. Seran; Mariance E. Lepa; Marni
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: hypertension is an increase in blood pressure at> 140/90 mmhg. Hypertension is a disease that can kill people secretly or the silent killer. Efforts to treat hypertension and possible complications need to be increased to reduce morbidity and mortality. Aims: to identify the level of knowledge of hypertensive patients on hypertension in the sikumanakupang health center. Method: This Method use Description design. The research instrument used questionnaires and tension meters. The population in this study were 30 people sampling techniques using non probability sampling methods. Results: The description of the level of knowledge based on the score set means Good knowledge consisting of 8 people (26.7%), sufficient knowledge of 12 people (40.0%), and knowledge that is considered less than 10 people.. Conclusion: Through the research results it can be seen that the respondent's level of knowledge is sufficient.Latar belakang : Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah di > 140/90 mmhg. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat membunuh orang secara diam-diam atau silent killer. Upaya penanganan penyakit hipertensi dan komplikasi yang mungkin terjadi perlu ditingkatkan untuk menurunkan tingkat morbiditas dan mortalitas. Tujuan: untuk menggambarkan pengetahuan pasien hipertensi terhadap penyakit hipertensi di Puskesmas Sikumana Kupang. MetodePenelitian: metode ini mengunakan penelitian deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan tensi meter. Populasi pada penelitian ini 30 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probablity sampling. Hasil : Gambaran tingkat pengetahuan berdasarkan skor yang di tetapkan maka pengetahuan Baik terdiri dari 8 orang (26,7%), pengetahuan Cukup jumlah 12 orang (40,0%), dan pengetahuan Kurang berjumlah 10 orang.Kesimpulan: Melalui hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden cukup.
GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN TENTANG PENYAKIT TBC PARU DI CLINIC SÃO JOAQUIM MAUBISSE POSTO ADMINISTRATIVO MAUBISSE Domingas Soares dos Santos; Marni; Hermenengildo Herculano; Domingos Soares
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Knowledge of pulmonary tuberculosis is needed by the public because pulmonary tuberculosis is a contagious disease. The tendency in community life in which there are family members suffering from tuberculosis will have a risk of transmission for family members who live in one house. Purpose: This study is to describe the knowledge of the family about pulmonary tuberculosis in Clinica São Joaquim Maubisse Posto Administrativo Maubisse. Methods: The design in this study was descriptive. The population is all heads of families whose family members suffer from pulmonary tuberculosis in the Clinica São Joaquim Maubisse Posto Administrativo Maubisse, with a sample of 39 respondents using probability sampling techniques using the Simple Random Sampling type. This research variable is family knowledge about pulmonary tuberculosis. Data collection used questionnaires, while data processing by editing, coding, scoring, tabulating, data analysis using frequency distribution tables and narration. Results: it was found that some families of TB patients who had sufficient knowledge about TB disease were (67%) respondents and those who obtained good knowledge were (33%) and with less knowledge there were no respondents (0%).Conclusion: most respondents have sufficient knowledge about pulmonary tuberculosis. So the respondent is expected to increase their knowledge about Tuberculosis and how it is transmitted both from printed and electronic media counseling which is useful to prevent the increase of TuberculosissufferersPendahuluan : Pengetahuan terhadap Tuberkulosis paru sangat dibutuhkan masyarakat dikarenakan Tuberkolosis paru merupakan penyakit yang mudah menular. Kecenderungan didalam kehidupan masyarakat yang didalamnya ada anggota keluarga yang menderita Tuberkulosis akan mempunyai risiko penularan bagi anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan keluarga tentang penyakit Tuberkulosis paru di Clinica SãoJoaquim Maubisse Posto Administrativo Maubisse. Metode : Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasinya seluruh kepala keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita penyakit Tuberkulosis paru yang ada di Clinica São Joaquim Maubisse Posto Administrativo Maubisse, dengan sampel 39 responden dengan menggunakan teknik probability samplingmenggunakan tipe Simple Random Sampling. Variable penelitian ini adalah pengetahuan keluarga tentang penyakit Tuberculosis paru. Pengumpulan data menggunakan kusioner sedangkan pengolahan data dengan cara editing, coding, skoring, tabulating, analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi dan narasi. Hasil: didapatkan bahwa sebagian keluarga pasien Tbc yang mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai penyakit Tbc sebanyak (67%) responden dan yang memperoleh pengetahuan baik sebanyak (33 %) dan dengan pengetahuan kurang tidak ada responden (0%).Kesimpulan: sebagian besar responden berpengetahuan cukup tentang penyakit Tuberkulosis Paru. Maka responden diharapkan menigkatkan pengetahuannya tentang Tuberculosis dan cara penularannya baik dari penyuluhan media cetak dan elektronik yang berguna untuk mencegah meningkatnya penderita Tuberkulosis.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT NACIONAL GUIDO VALADARES DILI TIMOR-LESTE Edinha da Silva Pinto Baptista; Marni; Alcinda Pinto Fernandes; Domingos Soares
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Angka kematian ibu (TMI) menurut World Health Organization (WHO) dengan jumlah besar seperti 216/100.000 lahir hidup. Pada tahun 2018 maternal morbidity 16%, perinatal morbidity 33%, Timor Leste Demografi Health Survey TLDHS 2003; 2010 dan 2016 menunjukkan bahwa Maternal Mortality Rate (MMR) ada penurunan pada angka mortality ibu hamil adalah; 889; 557 dan 218. Pada Rumah Sakit Nacional Guido Valadares (RSNGV) departamen Obgyn ruang meternitas periode Januari hingga Juli 2018 ibu mengalamai ketuban pecah dini sebanyak 211 orang. Tujuan: 1) untuk menjamin dan utilisasi pengkajian kebidanan pada ibu hamil dengan ketuban pecah dini, 2) untuk melakukan interpretasi data yang telah terkumpul 3) untuk melakukan indentifikasi diagnosa potensi, 4) untuk melakukan antisipasi munculnya masalah yang serius, 5) untuk melakukan perencanaan tindakan komprehensif 6) untuk melakukan implementasi pada perencanan yang telah ditetapkan serta 7) untuk melakukan evaluasi pada tindakan kebidanan yang telah dilakukan. Metode: studi kasus ini berbentuk deskripsi pendekatan kualitatif, data dikumpulkan 24-25 November 2020 Rumah Sakit Nacional Guido Valadares Dili Timor-Leste. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan analisa dokumentasi. Peneliti memperoleh persetujuan dari komite etika Instituto Nacional de Saúde, Informed concent, pasien tidak diberi identitas lengkap, menghargai hak pasien serta kerahasiaan. Hasil : Ibu mengeluh perut bawah sakit, air ketuban menetes sedikit-sedikit. Diagnosa kebidanan ibu berusia 28 tahun G1 P0 A0 kehamilan 36 6/7 minggu dengan ketuban pecah dini dan diagnosa potensial infeksi (fiber) dan Fetal Distres. Menjelaskan hasil pengkajian pada ibu ,observasi tanda-tanda vital ibu, kontraksi, DJJ, fital moviment; observasi proses persalinan, kolaborasi dengan dokter untuk penanganan segerea. Evaluasi SOAP pada diagnosa. Maka tetap ada kecocokan atau konkordansi antara teori dan kasus sesuai teori Varney (1997) dalan Nita Norma & Mustika Dwi (2013). Kesimpulan: studi kasus lakukan di ruang maternitas HNGV pada tanggal 24-25 November 2020 dengan ibu hamil berusia 28 tahun, pendidikan SMP hamil pertama dan pekerjaan ibu rumah tangga. Pengkajian menghasilkan data seperti perut merasa askit, cairan ketuban keluar, diagnosa G1 P0 A0 dengan usia kehamilan 36 6/7 minggu dengan ketuban pecah dini dan diagnosa potensial infeksi (fiber) dan Fetal Distres. Kolaborasi dengan dokter memberikan penanganan segera. Terjadi penurunan kecemasan ibu karena sakit di perut hingga ke belakang.
THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON HEALTHY FOOD / STICK ON THE ATTITUDES OF CHILDREN IN CHOOSE HEALTHY FOOD / HOODS ON PRIMARY SCHOOL AGE CHILDREN Agung Setyo Pambudi; Marni
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 9 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Food availability and safety are basic human rights. This problem is currently a world concern because hundreds of millions of people are reported to be suffering from diseases caused by food poisoning, one of the groups of people who often experience problems due to poisoning of street food is the elementary school (SD) student group because of their low knowledge of food safety. Snacks for school children are a problem that needs to be paid attention to by the community, especially parents and teachers because this snack food is very risky for biological or chemical contamination which disturbs health, both short and long term. In developing countries, up to about 70% of cases of diarrheal disease are related to consumption of contaminated food. Purpose of Writing: To determine the effect of health education on healthy snacks on children's attitudes in choosing healthy snacks for primary school aged children. Methods: This study uses a case study method (Case Study). Participants were 3 elementary school aged children. The instruments used were leaflets and stationery. Results: Subjects experienced increased knowledge about healthy food and healthy snacks. Conclusion: Health education is proven to be able to overcome the lack ofknowledge in elementary school age children.
PENGARUH TERAPI BERMAIN MEWARNAI TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Marni; Retno Ambarwati; Fitria Nindya Hapsari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 7 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan keadaan atau perasaan mengenai ketegangan mental yang paling sering dialami oleh anak karena adanya rasa tidak nyaman. Salah satu upaya untuk menurunkan kecemasan dilakukannya terapi bermain yaitu mewarnai. Terapi bermain mewarnai adalah terapi yang dapat memberikan efek rileks pada anak yang mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi bermain mewarnai dapat menurunkan kecemasan pada anak usia prasekolah di TK Negeri Pembina Sidoharjo, Wonogiri. Metode penelitian ini menggunakan, Quasy Experimental Design, dengan rancangan One Group Pre-Post Test. Pengambilan sampel dengan teknik NonprobabilityPurposive Sampling, dengan menetapkan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesionerHamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Analisa data dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kecemasan tingkat kecemasan sebelum terapi bermain mewarnai yaitu berat sekali sebanyak 1 responden (3%), berat sebanyak 15 responden (50%), sedang sebanyak 13 responden (43%), ringan sebanyak 1 responden (3%), dengan nilai rata-rata 28,66667. Sedangkan setelah dilakukan terapi bermain kategori cemas berat sebanyak 1 responden (3%), sedang sebanyak 10 responden (33%), ringan sebanyak 18 responden (60%), tidak mengalami kecemasan sebanyak 1 responden (3%), dengan nilai rata-rata 20,1. Dari hasil analisa Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p value = 0,000 (<0,05) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan kecemasan dengan terapi bermain mewarnai di TK Negeri Pembina Sidoharjo.